Hukum & Kriminal

Polda Jatim Buka Suara soal Penangkapan Presiden BEM Unair

Polda Jatim Buka Suara soal Penangkapan Presiden BEM Unair

Kepolisian Daerah Jawa Timur akhirnya buka suara terkait kabar viral penangkapan dan serangkaian proses pemeriksaan terhadap Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga (BEM Unair) Rizqi Senja Wirawan. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast membenarkan bahwa penyidik sempat mengamankan dan memeriksa mahasiswa tersebut.

Penjelasan Kepolisian dan Bantahan Kaitan dengan Silaturahmi

Seperti dilaporkan CNN Indonesia, Jules menyatakan bahwa informasi mengenai penjemputan Rizqi oleh Penyidik Direktorat Reserse Siber di kediamannya pada Senin (19/10) lalu adalah benar. Kendati demikian, Jules mengaku belum dapat membeberkan secara detail perkara atau kasus yang melatarbelakangi penangkapan dan pemeriksaan tersebut karena akan menyampaikannya secara keseluruhan kepada media pada kesempatan lain.

Pemeriksaan terhadap Rizqi menuai polemik lantaran waktunya sangat berdekatan dengan agenda silaturahmi Kapolda Jawa Timur Irjen Dekananto Eko Purwono dengan BEM se-Jatim pada Selasa (20/11). Menanggapi hal tersebut, Jules memastikan bahwa proses pemeriksaan merupakan murni penegakan hukum dan tidak memiliki kaitan sama sekali dengan undangan silaturahmi bersama Kapolda Jatim.

Lebih lanjut, Jules menyatakan bahwa pihaknya menghargai pernyataan BEM Unair yang mempermasalahkan penangkapan tersebut maupun forum silaturahmi yang ada. Ia juga memastikan acara silaturahmi Kapolda bersama BEM se-Jatim berjalan lancar tanpa ada unsur paksaan, di mana perwakilan dari BEM Unair hadir dalam keadaan sehat serta mengikuti diskusi terbuka bersama para mahasiswa lainnya.

Pernyataan Presiden BEM Unair

Sementara itu, Presiden BEM Unair Rizqi Senja Wirawan menyatakan bahwa dirinya ditahan oleh Direktorat Reserse Siber Polda Jatim terkait rencana demonstrasi untuk memperingati dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Ia menyebut dirinya mendapat tekanan dari aparat agar bersedia hadir dalam forum silaturahmi bersama Kapolda.

Selepas menjalani pemeriksaan, Rizqi mengaku masih membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi psikologisnya akibat rentetan peristiwa tersebut. Ia meyakini rangkaian penangkapan yang diakhiri dengan pemanggilan acara silaturahmi merupakan upaya untuk melemahkan pergerakan mahasiswa di Surabaya.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *