Nasional

Titik Panas Karhutla Papua Selatan Turun Jadi 65 Titik

Titik Panas Karhutla Papua Selatan Turun Jadi 65 Titik
Daftar Isi
  1. Penurunan Signifikan Hotspot
  2. Wilayah Terdampak dan Operasi Pemadaman
  3. Kendala Lapangan dan Status Darurat

Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan jumlah titik panas akibat kebakaran hutan dan lahan di Papua Selatan mengalami penurunan drastis sebesar 78 persen. Pemantauan tersebut berdasarkan data yang dihimpun hingga hari Rabu (28/10) pukul 19.00 WIB.

Penurunan Signifikan Hotspot

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan jumlah titik api kini tersisa 65 titik setelah sebelumnya sempat mencapai 295 titik. Penurunan tersebut disampaikan Berton dalam siaran langsung BNPB pada Kamis (29/10).

Tren penurunan titik panas di wilayah tersebut terpantau mulai terjadi sejak tanggal 25 Oktober lalu. Pada saat itu, jumlah titik panas sempat tercatat sebanyak 1.169 titik, kemudian berkurang menjadi 875 titik, lalu turun ke angka 295 titik sebelum akhirnya merosot hingga di bawah seratus titik.

Wilayah Terdampak dan Operasi Pemadaman

Berdasarkan laporan, peristiwa kebakaran hutan dan lahan ini melanda empat kabupaten di Papua Selatan, yaitu Kabupaten Merauke, Boven Digoel, Mappi, dan Asmat. Total luas lahan yang terbakar saat ini telah mencapai seluas 161,5 hektare.

Guna mengatasi bencana tersebut, Berton menegaskan bahwa pihaknya terus melanjutkan operasi pemadaman, salah satunya lewat pelaksanaan operasi modifikasi cuaca. Sebanyak 10 sorti penerbangan telah dikerahkan untuk menyemaikan bahan natrium klorida seberat 10.000 kilogram hingga hari ketujuh pelaksanaan.

Pelaksanaan salah satu sorti operasi modifikasi cuaca tersebut dilakukan pada Rabu (28/10) di wilayah Merauke, Boven Digoel, serta Mappi. Upaya itu membuahkan hasil berupa turunnya hujan di kawasan Merauke bagian utara dan tengah, Boven Digoel bagian selatan, serta Mappi bagian selatan.

Turunnya hujan tersebut berdampak langsung terhadap peningkatan jarak pandang atau visibilitas yang sebelumnya hanya berkisar antara satu sampai lima kilometer kini naik menjadi tujuh hingga delapan kilometer.

Kendala Lapangan dan Status Darurat

Dalam kesempatan yang sama, BNPB memaparkan sejumlah hambatan yang dihadapi dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di Papua Selatan. Beberapa kendala utama meliputi fenomena El Nino yang tergolong sangat kuat, karakteristik wilayah Papua Selatan yang memang rentan terbakar, serta kemunculan asap lintas batas yang berasal dari negara tetangga Papua Nugini.

Status darurat untuk tingkat provinsi maupun kabupaten, khususnya di wilayah Merauke, hingga kini masih terus diperpanjang.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *