Politik

SMRC: Dedi Mulyadi Paling Banyak Dipilih, Tapi Belum Tentu Maju Capres 2029

SMRC: Dedi Mulyadi Paling Banyak Dipilih, Tapi Belum Tentu Maju Capres 2029
Daftar Isi
  1. Hasil Simulasi SMRC
  2. Faktor Internal Partai
  3. Metodologi Survei

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menempati posisi teratas sebagai tokoh yang paling banyak dipilih sebagai calon presiden dalam simulasi yang dilakukan oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Meskipun mencatatkan elektabilitas tertinggi, peluang Dedi untuk maju dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2029 dinilai masih menemui jalan terjal.

Hasil Simulasi SMRC

Dalam rilis survei yang disampaikan pada Kamis (22/10/2026), Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani memaparkan bahwa Dedi Mulyadi mengantongi dukungan tertinggi mencapai 35,5 persen dalam simulasi semi terbuka yang melibatkan 24 nama tokoh. Pertanyaan yang diajukan kepada responden adalah, “Bila pemilihan Presiden diadakan sekarang ini, siapa yang akan Ibu/Bapak pilih sebagai Presiden di antara nama-nama berikut?”.

Perolehan angka tersebut membuat Dedi Mulyadi berada di atas sejumlah tokoh nasional lainnya. Nama-nama yang berhasil diungguli oleh Dedi dalam simulasi tersebut meliputi Anies Baswedan, Prabowo Subianto, Gibran Rakabuming Raka, hingga Agus Harimurti Yudhoyono.

Faktor Internal Partai

Kendati mendominasi dari sisi perolehan elektabilitas, Deni Irvani menyatakan bahwa Dedi Mulyadi belum tentu dapat melangkah sebagai calon presiden pada tahun 2029. Salah satu hambatan utamanya berkaitan dengan status politik Dedi Mulyadi sebagai kader Partai Gerindra.

Partai Gerindra diprediksi kuat akan kembali mengusung Prabowo Subianto untuk mencalonkan diri pada periode kedua kepemimpinannya di Pilpres 2029. Kondisi tersebut membuat peluang Dedi Mulyadi untuk mendapatkan tiket pencalonan presiden menjadi hampir tertutup. Setelah mengesampingkan nama Dedi Mulyadi dari bursa, SMRC kemudian melakukan pengujian lanjutan melalui simulasi tiga nama yang terdiri dari Gibran, AHY, dan Prabowo.

Metodologi Survei

Survei SMRC yang mengangkat tema “Efek Tahu Gibran dan AHY pada Elektabilitas Mereka” ini dilaksanakan pada rentang waktu 1 sampai 10 Oktober 2026. Target populasi survei mencakup seluruh warga negara Indonesia yang telah memiliki hak pilih, yakni berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah saat survei berlangsung.

Pengambilan sampel dibagi ke dalam dua subpopulasi. Untuk kelompok pemilik telepon seluler, sebanyak 1.013 sampel dipilih secara acak menggunakan metode double sampling melalui wawancara via telepon. Sementara itu, untuk subpopulasi warga yang tidak memiliki telepon seluler, sebanyak 200 sampel ditarik secara acak dengan metode stratified multistage random sampling melalui wawancara tatap muka.

Total keseluruhan responden yang berhasil diwawancarai berjumlah 1.213 orang. Survei ini memiliki margin of error atau tingkat kesalahan diperkirakan kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan asumsi simple random sampling.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *