Kebakaran hutan di kawasan Gunung Sumbing yang terletak di wilayah Kabupaten Temanggung dan Wonosobo, Jawa Tengah, masih belum berhasil dipadamkan hingga Jumat (23/10). Luas total area yang terdampak musibah ini tercatat mencapai 779,4 hektar dan berpotensi bertambah mengikuti perkembangan situasi di lapangan.
Kendala Angin Kencang dan Cuaca Kering
Administratur Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kedu Utara Dimyati mengungkapkan, titik api yang masih terpantau aktif berada di petak 20-1 wilayah Kabupaten Temanggung serta petak 23 di Kabupaten Wonosobo. Tantangan utama yang dihadapi petugas gabungan dalam mengendalikan api di lapangan adalah kondisi cuaca yang kering serta tiupan angin kencang. Menurut Dimyati seperti dilaporkan CNN Indonesia, situasi tersebut memicu pergerakan api yang sangat cepat sehingga upaya penanganan belum mampu mengimbangi penyebaran kobaran api.
“Kondisi angin yang bertiup kencang membuat pergerakan api berlangsung cepat, sehingga upaya pemadaman yang dilakukan petugas belum mampu mengimbangi penyebaran kebakaran,” ujar Dimyati.
Dampak Vegetasi dan Status Kawasan
Berdasarkan jenis vegetasi yang terdampak, sebagian besar area yang terbakar merupakan kawasan sabana dan hutan kemlandingan gunung. Selain itu, si jago merah juga mulai merambah sebagian area hutan rimba campuran yang ditumbuhi beragam jenis pohon seperti bintamin, puspa, dan akasia. Seluruh area lahan yang mengalami kebakaran tersebut dipastikan masuk dalam kategori kawasan hutan lindung. Bahkan, pada sejumlah titik lokasi, kobaran api dilaporkan telah memasuki area tegakan rimba campuran dengan pepohonan berukuran besar.
Terkait opsi penanganan lewat udara menggunakan metode pengeboman air atau water bombing yang sempat didorong oleh Kapolda, hingga Jumat rencana tersebut belum juga direalisasikan. Pelaksanaan metode udara itu masih harus menunggu kepastian keputusan serta persetujuan resmi dari pihak yang berwenang. Di tengah proses pemadaman yang masih berjalan, petugas gabungan tetap siaga memantau pergerakan titik api serta memonitor kondisi mutakhir di lereng Gunung Sumbing.








