Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menegaskan semangat Sumpah Pemuda sebagai landasan utama dalam menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan di tengah situasi ketidakpastian global saat ini. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad didampingi Wakil Ketua DPR Saan Mustopa dan Cucun Ahmad Syamsurizal di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.
Semangat Sumpah Pemuda dan Kerja Sama Regional
Dasco mengingatkan bahwa para pemuda pada tahun 1928 datang dari berbagai latar belakang yang berbeda namun sepakat menempatkan cita-cita bangsa di atas kepentingan kelompok. Menurutnya, semangat tersebut sangat relevan ketika ketegangan global berdampak hingga ke dalam negeri.
Persatuan dinilai tidak boleh sekadar menjadi semboyan semata, melainkan harus diwujudkan dalam bentuk kemampuan negara untuk mengambil keputusan secara tepat, cepat, dan adil. Terkait isu kabut asap lintas batas, Dasco menyatakan bahwa perhatian dari Malaysia dan Singapura patut dihargai dengan tetap memprioritaskan pelindungan bagi warga yang terdampak, serta mendorong parlemen-parlemen ASEAN untuk menjalin kerja sama yang lebih erat.
“Kritik tidak perlu dibalas dengan ketersinggungan; kritik perlu dijawab dengan kerja yang dapat diuji,” ujar Dasco.
Capaian Legislasi dan Rencana Pembahasan RUU
Di lingkup internal, Dasco mengajak seluruh partai politik dan fraksi di parlemen untuk bersatu demi kepentingan bangsa agar lembaga legislatif dapat hadir memperbaiki tata kelola negara. Sepanjang Masa Persidangan I, DPR bersama pihak pemerintah telah menyetujui pengesahan tiga undang-undang, yaitu Pengaturan Reforma Agraria, Pelindungan Ketenagakerjaan, serta Satu Data Indonesia.
Sementara itu, pada Masa Persidangan II mendatang, DPR akan membahas empat rancangan undang-undang yang mencakup Keamanan dan Ketahanan Siber, Masyarakat Adat, Administrasi Kependudukan, serta Perampasan Aset. Khusus untuk RUU Perampasan Aset, Dasco memberikan penekanan khusus pada prinsip due process of law agar ketegasan hukum tidak bergeser menjadi tindakan kesewenang-wenangan.
Seluruh agenda tersebut nantinya akan diintegrasikan melalui kerangka Satu Data Indonesia yang ia rangkum dalam seruan Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa, Satu Data Indonesia.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ini sekaligus menjadi momentum bagi DPR untuk meneguhkan komitmen dalam menghadirkan persatuan melalui kerja nyata yang berpihak sepenuhnya kepada kepentingan rakyat.
Sumber: Liputan6.com Peristiwa








