Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan riset model perambatan api guna memprediksi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Upaya mitigasi jangka panjang ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto.
Pengembangan dan Validasi Model Prediksi Karhutla
Kepala BRIN Arif Satria menyatakan bahwa pihaknya saat ini sedang menggarap riset mengenai model perambatan api di lokasi karhutla. Hal tersebut disampaikannya kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (27/10/2026).
Arif menambahkan bahwa riset tersebut kini berada dalam tahap validasi. Melalui model ini, BRIN menargetkan kemampuan untuk memprediksi potensi karhutla dalam jangka waktu tiga hingga enam bulan ke depan.
Guna memperkuat riset dan pengembangan model prediksi kebakaran hutan tersebut, BRIN akan menggandeng sejumlah perguruan tinggi untuk bekerja sama.
Pemanfaatan Teknologi Satelit untuk Deteksi Titik Api
Selain merancang model prediksi, BRIN saat ini memiliki tugas melakukan deteksi titik api secara harian dengan memanfaatkan teknologi serta citra satelit. Informasi dari hasil deteksi tersebut selanjutnya disalurkan kepada berbagai lembaga terkait untuk segera ditindaklanjuti.
Arif menuturkan bahwa pemanfaatan citra satelit yang berada di bawah otoritas BRIN digunakan untuk berbagai keperluan, dengan deteksi titik api sebagai salah satu fungsi utamanya. Data titik api harian itu dibagikan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Kementerian Kehutanan.
Sumber: Berita - Detikcom








