Daftar Isi
Aksi tawuran antarkelompok di Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, mengakibatkan satu orang meninggal dunia setelah mengalami luka bacok dan siraman air keras. Aparat kepolisian bergerak cepat dan mengamankan 19 orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
Identifikasi Pelaku Utama dan Pengejaran DPO
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Nasriadi merinci bahwa dari total 19 orang yang diamankan, sebanyak tujuh orang berstatus dewasa dan 12 orang lainnya merupakan anak yang berhadapan dengan hukum. Saat ini, penyidik masih mendalami peran dari masing-masing pihak yang diamankan.
“Dari hasil penyelidikan, kami mengidentifikasi empat orang yang diduga menjadi pelaku utama dalam kekerasan terhadap korban, yakni tiga orang yang diduga melakukan pembacokan dan satu orang yang diduga melakukan penyiraman air keras,” ujar Nasriadi kepada wartawan, Rabu (28/10/2026).
Nasriadi menyampaikan bahwa tiga terduga pelaku pembacokan telah berhasil diamankan. Sementara itu, satu orang pelaku yang diduga melakukan penyiraman air keras saat ini masih dalam pengejaran dan telah ditetapkan masuk dalam daftar pencarian orang.
Pendalaman Motif dan Proses Hukum
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edy Sudarma Korniawan menambahkan, penyidik masih mendalami motif di balik aksi kekerasan tersebut. Polisi menduga tawuran dipicu oleh keinginan untuk memperoleh eksistensi di media sosial, termasuk kemungkinan meraup keuntungan dari siaran langsung.
Edy menjelaskan bahwa polisi juga mendalami peran para pelaku, mulai dari pelaku kekerasan secara langsung hingga pihak yang diduga merencanakan atau menggerakkan tawuran. Terhadap 12 anak yang berhadapan dengan hukum, penyidik akan menempuh mekanisme diversi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Sementara itu, tujuh orang dewasa diproses berdasarkan hasil penyidikan dan ketentuan hukum yang berlaku,” kata Edy.
Dalam perkara ini, penyidik turut mendalami penerapan ketentuan pidana terkait kekerasan secara bersama-sama, penganiayaan, serta kepemilikan senjata tajam.
Kronologi Penemuan Korban dan Keterlibatan Kelompok
Peristiwa maut ini terjadi pada Senin (26/10) pukul 03.15 WIB, di mana polisi awalnya menerima laporan masyarakat mengenai seorang pria yang ditemukan tergeletak di lokasi kejadian. Petugas kemudian mendatangi tempat kejadian perkara dan mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di rumah sakit.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban mengalami luka bacok di sejumlah bagian tubuh serta luka pada wajah yang diduga berkaitan dengan penyiraman air keras. Penyidik mengungkap adanya dugaan keterlibatan empat kelompok dalam peristiwa ini, yang dikenal dengan nama Popeye, Batavia, Bonsal, dan Samudra.
Aksi tawuran tersebut juga sempat terekam dan beredar viral di media sosial, memperlihatkan bentrokan yang terjadi di area permukiman warga. Para pelaku yang terlibat terlihat saling serang menggunakan petasan hingga masuk ke area halaman rumah warga sebelum akhirnya berlarian sambil meneriaki lawannya.
Sumber: Berita - Detikcom








