Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menggelar pra-sosialisasi pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, untuk menyerap aspirasi warga. Dalam kegiatan tersebut, warga menyampaikan berbagai masukan terkait dampak pembangunan tol, terutama terhadap lahan pertanian, irigasi, serta akses antarkampung.
Konektivitas dan Dukungan Pusat
Andre mengatakan pembangunan tol tersebut diperlukan untuk memperkuat konektivitas Sumatera Barat, terutama sebagai jalur alternatif ketika akses utama seperti Lembah Anai dan Malalak mengalami gangguan akibat bencana. Menurut Andre, selama ini akses dari Padang menuju Padang Panjang dan Bukittinggi sangat bergantung pada jalur yang rawan mengalami hambatan.
Pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi telah mendapat dukungan pemerintah pusat dengan nilai perencanaan sekitar Rp 29 triliun, di luar biaya pembebasan lahan, yang diperjuangkan melalui komunikasi dengan Presiden Prabowo Subianto. Rencana pembangunan tersebut mencakup jalur dari Sicincin menuju Padang Panjang dengan dua terowongan sepanjang kurang lebih 700 meter dan 4,6 kilometer, serta pengembangan jalur menuju kawasan Agam.
Dialog dan Aspirasi Warga
Dalam kegiatan yang dihadiri oleh Direktur Utama PT Hutama Karya Koentjoro, Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi, Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis, Wakil Wali Kota Alex Saputra, serta tokoh adat dan masyarakat ini, Andre menekankan pentingnya ruang dialog yang terbuka dan transparan. Dia meminta persoalan kepemilikan lahan, sawah produktif, bangunan, pohon, hingga sistem irigasi dibahas secara rinci agar tidak merugikan masyarakat.
Dialog lanjutan bersama tim terpadu yang melibatkan pemerintah daerah, Hutama Karya, Kementerian Pekerjaan Umum, ATR/BPN, dan instansi terkait direncanakan berlangsung pada pertengahan November 2026. Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis menyambut baik kegiatan ini dengan harapan tol dapat meningkatkan perekonomian daerah dan menjadikan Padang Panjang sebagai kota tujuan, sementara Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi menegaskan pentingnya jalur alternatif untuk mengatasi kemacetan panjang akibat terputusnya akses Lembah Anai.
Direktur Utama Hutama Karya Koentjoro menyampaikan permohonan maaf apabila pendataan awal menimbulkan ketidaknyamanan, serta memastikan masukan warga akan menjadi bahan evaluasi. Andre menegaskan akan terus mengawal pembahasan tersebut untuk memastikan aspirasi warga menjadi perhatian utama dalam penyempurnaan rencana pembangunan.
Sumber: Berita - Detikcom








