Ekonomi

Penyaluran KUR BRI Capai Rp144,59 Triliun hingga Agustus 2026

Penyaluran KUR BRI Capai Rp144,59 Triliun hingga Agustus 2026
Daftar Isi
  1. Sektor Produksi dan Pertanian Mendominasi
  2. Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan Rantai Pasok
  3. Pencapaian Kumulatif dan Program Perumahan

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp144,59 triliun yang menjangkau 2,76 juta debitur pada periode Januari hingga Agustus 2026. Penyaluran pembiayaan ini didominasi oleh sektor produksi guna memperluas akses bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sektor Produksi dan Pertanian Mendominasi

Sektor produksi menyerap dana sebesar Rp98,86 triliun atau setara dengan 68,38 persen dari keseluruhan total penyaluran KUR tersebut. Porsi ini mencerminkan fokus perseroan dalam mendukung pembiayaan kegiatan usaha yang produktif di tengah masyarakat.

Sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan menjadi penyumbang terbesar dengan porsi mencapai 42,79 persen dari total KUR BRI yang disalurkan sepanjang delapan bulan pertama tahun 2026. Besarnya pembiayaan pada sektor ini sekaligus merefleksikan komitmen perusahaan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan Rantai Pasok

Besarnya penyaluran KUR ke sektor produksi menunjukkan peran strategis BRI dalam memperkuat struktur ekonomi kerakyatan serta mendorong peningkatan kapasitas usaha di daerah. Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyatakan bahwa capaian tersebut memperlihatkan konsistensi perbankan dalam mengarahkan pembiayaan kepada sektor yang berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

“Penyaluran KUR menjadi bagian dari komitmen BRI dalam memperluas akses pembiayaan yang inklusif dan tepat sasaran bagi UMKM. Dominasi sektor produksi juga menunjukkan peran KUR dalam mendorong peningkatan produktivitas, menciptakan nilai tambah, dan memperkuat perekonomian di berbagai daerah,” ujar Akhmad seperti dilaporkan Liputan6.com.

Dalam proses penyalurannya, BRI senantiasa mengedepankan ketepatan sasaran, prinsip kehati-hatian, serta kualitas pembiayaan. Jaringan layanan yang luas di seluruh wilayah Indonesia turut memperkuat kemampuan perusahaan dalam memahami kebutuhan serta karakteristik usaha masyarakat.

“KUR BRI bukan sekadar instrumen pembiayaan, tetapi merupakan bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat akar rumput. BRI akan terus menjaga kualitas penyaluran KUR agar memberikan dampak nyata terhadap keberlanjutan usaha dan membuka kesempatan bagi semakin banyak UMKM untuk tumbuh dan naik kelas,” lanjut Akhmad.

Pencapaian Kumulatif dan Program Perumahan

Sejak tahun 2015 hingga Agustus 2026, BRI secara kumulatif telah menyalurkan KUR sebesar Rp1.580 triliun kepada 49,2 juta penerima di seluruh Indonesia. Angka ini merefleksikan konsistensi perseroan dalam memperluas inklusi keuangan serta memperkuat peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

Selain fokus pada KUR, BRI juga mendukung berbagai program prioritas pemerintah dengan memperluas akses pembiayaan pada sektor perumahan. Hingga akhir Agustus 2026, realisasi penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) tercatat mencapai Rp11,9 triliun.

Rincian penyaluran KPP tersebut terdiri atas KPP Demand sebesar Rp9,62 triliun dan KPP Supply sebesar Rp2,29 triliun. Melalui pengintegrasian akses pembiayaan dan pemberdayaan usaha, Akhmad menegaskan bahwa BRI berkomitmen mendorong UMKM agar semakin produktif, memiliki daya saing kuat, dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *