Nasional

Respon DPR soal Kritik Negara Tetangga Terkait Karhutla

Respon DPR soal Kritik Negara Tetangga Terkait Karhutla

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad memberikan tanggapan atas kritik yang disampaikan oleh sejumlah negara tetangga, khususnya Singapura dan Malaysia. Kritik tersebut muncul akibat kasus kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Kalimantan hingga Sumatera dan memicu kabut asap.

Tanggapan DPR dan Pentingnya Kerja Sama ASEAN

Menurut Dasco, seperti dilaporkan CNN Indonesia, pihaknya mengikuti berbagai kritik yang datang dari pemerintah maupun parlemen negara tetangga tersebut. Ia menyatakan bahwa setiap kritik harus dihargai tanpa harus menerima seluruh penilaian yang diberikan.

Dasco menegaskan bahwa kritik sebaiknya tidak ditanggapi dengan rasa tersinggung, melainkan dijawab melalui kerja nyata yang dapat diuji. Bagi pihak pemerintah, prioritas utama saat ini adalah memberikan perlindungan kepada warga yang terdampak, menjalankan penegakan hukum, melakukan pemulihan lingkungan, serta menuntut tanggung jawab dari para pelaku usaha.

Lebih lanjut, Dasco berpandangan bahwa parlemen di kawasan ASEAN perlu duduk bersama secara berkala, tidak terbatas hanya pada saat situasi krisis saja. Kerja sama antarnegara ASEAN dinilai penting untuk mencakup berbagai sektor mulai dari pencegahan bencana, keamanan siber, ketahanan pangan dan energi, hingga penanganan berbagai masalah lintas batas.

Dalam kesempatan yang sama, Dasco juga menyampaikan pidatonya bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober. Ia mengingatkan kembali bagaimana para pemuda pada masa lalu mampu bersatu demi tanah air terlepas dari berbagai perbedaan pandangan yang ada.

Upaya Penanganan dan Hubungan Diplomatik

Peristiwa kebakaran hutan dan lahan yang melanda beberapa daerah di Indonesia ini memang telah menyebabkan kabut asap hingga ke wilayah Singapura dan Malaysia. Berbagai langkah pemadaman telah dikerahkan oleh pemerintah Indonesia, mulai dari pengerahan ribuan personel di lapangan, pengerahan helikopter untuk pengeboman air, hingga pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.

Sebelumnya, Singapura sempat merilis hasil investigasi yang menduga sepuluh perusahaan asal Indonesia menjadi penyebab terjadinya karhutla. Di tengah situasi tersebut, Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan di Gedung Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, pada Selasa (27/10).

Selain bertemu dengan Menlu RI, Vivian juga diagendakan untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kunjungan pejabat tinggi Singapura ini juga berlangsung di tengah sorotan publik terhadap hubungan kedua negara menyusul keputusan Jakarta untuk menghentikan ekspor gas alam ke Singapura.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *