Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan berdialog dengan sekitar 26 ribu manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dialog yang berlangsung Senin (26/10/2026) tersebut digelar dalam kegiatan Sapa Manajer KDKMP di Seluruh Indonesia.
Pemantauan Operasional dan Kendala di Lapangan
Dialog ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memantau operasionalisasi KDKMP sekaligus menyerap berbagai kendala yang dihadapi para manajer di lapangan. Dalam kesempatan tersebut, sejumlah manajer dari Banyumas, Kediri, dan Blitar menyampaikan kendala terkait pasokan barang yang belum konsisten serta kebutuhan biaya operasional.
Zulhas mencatat berbagai masukan tersebut sebagai bahan monitoring dan evaluasi. Ia juga merencanakan rapat evaluasi KDKMP setiap pekan serta pertemuan rutin dengan para manajer untuk memantau perkembangan dan tindak lanjut atas kendala yang dihadapi.
“KDKMP merupakan program baru dengan pekerjaan besar yang harus kita jalankan bersama. Pasti ada tantangan dalam pelaksanaannya. Karena itu, saya ingin mendengar langsung laporan dari para manajer, mencatat masalahnya, dan mengevaluasi tindak lanjutnya secara rutin,” ujar Zulhas dalam keterangan tertulis, seperti dilaporkan detikcom.
Fungsi Utama dan Koordinasi Wilayah
Zulhas menegaskan KDKMP memiliki dua fungsi utama, yakni sebagai infrastruktur pemerintah untuk melayani kebutuhan masyarakat desa dan sebagai offtaker yang menampung serta membeli hasil produksi warga. Para manajer diminta memprioritaskan fungsi pelayanan publik, terutama dalam memastikan ketersediaan dan penyaluran barang bersubsidi sesuai ketentuan dan tepat sasaran.
“Fokuskan KDKMP untuk menjalankan fungsi infrastruktur pemerintah yang menyalurkan barang bersubsidi kepada penerima yang berhak. KDKMP harus hadir sebagai layanan yang nyata bagi warga dan menjadi penghubung bagi hasil produksi desa ke pasar,” kata Zulhas.
Untuk mengatasi kendala pasokan, Zulhas mendorong para manajer aktif berkoordinasi dengan Agrinas dan BUMN pemasok terdekat guna mempercepat pengecekan stok dan penyelesaian persoalan operasional. Ia juga meminta manajer memanfaatkan PIC Area Agrinas sebagai penghubung, pendamping teknis, sekaligus kanal untuk meneruskan kendala tanpa harus selalu menunggu keputusan dari pusat.
Dalam operasional sehari-hari, manajer KDKMP berkoordinasi dengan pengurus dan kepala desa atau lurah selaku pengawas untuk menyampaikan laporan perkembangan usaha, kondisi keuangan, kesiapan pengelolaan, serta kendala dan tindak lanjutnya.
Saat ini, terdapat 28.787 KDKMP, dengan 10.070 di antaranya telah beroperasi untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui akses kebutuhan pokok, barang bersubsidi, dan pengembangan ekonomi desa.
“KDKMP harus hidup dan memberi manfaat nyata. Kita kawal bersama agar koperasi ini melayani warga dengan cepat, memperkuat ekonomi desa, dan membuka peluang bagi masyarakat setempat,” pungkas Zulhas.
Sumber: Berita - Detikcom








