Nasional

MenPPPA Sebut 1 dari 2 Anak Indonesia Alami Kekerasan

MenPPPA Sebut 1 dari 2 Anak Indonesia Alami Kekerasan
Daftar Isi
  1. Hasil Survei Nasional
  2. Penambahan Indikator Emosional
  3. Data Laporan Kasus

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengungkapkan bahwa satu dari dua anak di Indonesia usia 13 sampai 17 tahun pernah mengalami kekerasan dalam hidupnya. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan diskusi yang diselenggarakan oleh Kosgoro di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (26/10/2026).

Hasil Survei Nasional

Arifah memaparkan temuan tersebut yang juga mencakup data bahwa satu dari tiga anak pernah mengalami kekerasan dalam kurun waktu 12 bulan terakhir. Informasi itu bersumber dari survei berkala yang dilaksanakan setiap tiga tahun sekali oleh KemenPPPA bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) serta Universitas Indonesia pada 2024.

Berdasarkan survei tersebut, jenis kekerasan yang paling dominan menimpa anak-anak adalah kekerasan fisik. Bentuknya meliputi tindakan dipukul, ditendang, ditampar, dikeroyok, hingga dilempar dengan berbagai benda, dengan dua pertiga pelakunya berasal dari kalangan teman sebaya.

Penambahan Indikator Emosional

Lonjakan angka yang signifikan dalam survei terbaru dipengaruhi oleh penambahan satu indikator baru. Arifah menjelaskan bahwa pihaknya memasukkan indikator kekerasan emosional dalam pengukuran tahun 2024.

Tindakan seperti dihina, direndahkan, dibentak, hingga diancam dikategorikan sebagai bentuk kekerasan emosional yang paling banyak dialami anak-anak masa kini. Orang tua yang menasihati anak menggunakan nada suara tinggi pun kini sudah masuk ke dalam kategori kekerasan emosional.

Data Laporan Kasus

Di samping data survei, Kementerian PPPA memiliki mekanisme pemantauan tersendiri terkait pengaduan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sepanjang periode Januari hingga September 2026, tercatat ada sebanyak 12.644 laporan yang masuk ke kementerian tersebut.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *