Subholding Gas PT Pertamina (Persero) berhasil mencatatkan penurunan emisi sebesar 29.574,87 ton CO2 ekuivalen (tCO2eq) atau 35,3 persen di atas target yang ditetapkan. Capaian ini diraih melalui pelaksanaan beragam inisiatif efisiensi energi yang dijalankan perusahaan hingga Agustus 2026.
Realisasi Penurunan Emisi Berkelanjutan
Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Mirza Mahendra menyampaikan bahwa PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) terus memperkuat efisiensi dan daya saing bisnis melalui inisiatif dekarbonisasi secara berkelanjutan. Secara akumulatif sejak 2025 hingga Agustus 2026, penurunan emisi Subholding Gas telah mencapai lebih dari 68.500 tCO2eq atau 15,7 persen dari target kumulatif dekarbonisasi perusahaan hingga 2034.
Menurut Mirza, capaian penurunan emisi hingga Agustus 2026 memperlihatkan bahwa berbagai inisiatif dekarbonisasi yang dijalankan Subholding Gas memberikan hasil positif. Tren positif tersebut sekaligus menjadi landasan bagi perusahaan untuk memperkuat berbagai inisiatif penurunan emisi pada periode 2027-2030.
Mirza menuturkan bahwa dekarbonisasi telah menjadi bagian penting dari strategi bisnis perusahaan untuk mendukung pengurangan emisi, meningkatkan efisiensi operasional, menjaga daya saing, serta mengantisipasi perkembangan risiko iklim dan regulasi.
“Capaian penurunan emisi hingga Agustus 2026 menunjukkan bahwa berbagai inisiatif dekarbonisasi, yang dijalankan Subholding Gas memberikan hasil positif,” kata Mirza, dikutip dari Antara, Sabtu (31/10/2026).
“Bagi kami, dekarbonisasi bukan sekadar pemenuhan komitmen lingkungan, melainkan bagian dari strategi bisnis untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat daya saing, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan,” ujar Mirza.
Program Efisiensi dan Nilai Ekonomi
Perseroan terus memperkuat implementasi program dekarbonisasi melalui sejumlah inisiatif di lingkungan Subholding Gas Group. Langkah tersebut mencakup peningkatan efisiensi energi pada fasilitas operasional, pengurangan kehilangan gas (gas loss), serta optimalisasi pemanfaatan energi yang lebih rendah emisi.
Seluruh inisiatif itu diarahkan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan infrastruktur dan kegiatan operasional gas bumi, sekaligus mendukung komitmen pemerintah dalam mencapai target net zero emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat.
Selain memberikan manfaat lingkungan, pelaksanaan dekarbonisasi juga berpotensi menciptakan nilai ekonomi bagi perusahaan. Berdasarkan perhitungan program dekarbonisasi, nilai Marginal Abatement Cost (MAC) tercatat -0,19 ribu dolar AS/tCO2eq yang mengindikasikan bahwa portofolio inisiatif penurunan emisi berpotensi menghasilkan efisiensi biaya sekaligus memberikan manfaat lingkungan.
“Melalui berbagai program efisiensi energi dan optimalisasi operasional, kami berupaya memastikan bahwa agenda pengurangan emisi dapat berjalan selaras dengan peningkatan produktivitas dan efisiensi biaya. Dengan demikian, dekarbonisasi tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga mendukung penguatan fundamental bisnis perusahaan,” jelas Mirza.
Sumber: Liputan6.com Peristiwa








