Lifestyle

SBY Luncurkan Novel Terbaru Berjudul ‘Diana Memang Manja’

SBY Luncurkan Novel Terbaru Berjudul ‘Diana Memang Manja’

Presiden keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), meluncurkan sebuah novel terbaru yang diberi judul ‘Diana Memang Manja’. Peluncuran karya sastra tersebut berlangsung di kediaman pribadinya di Cikeas pada Kamis (29/10).

Proses Kreatif dan Tema Cerita

Melalui novel yang diterbitkannya ini, SBY mengajak para pembaca untuk menyelami sebuah alur cerita yang dekat dengan keseharian banyak orang, meliputi kisah mencintai, kehilangan, menjaga kenangan, hingga perlahan menemukan keberanian untuk melangkah kembali.

“Meskipun she is gone, saya tidak pernah melupakan,” kata SBY ketika berbicara mengenai mendiang Ani Yudhoyono, mengutip keterangannya pada Jumat (30/10).

SBY mengungkapkan bahwa kepergian Ani Yudhoyono pada 1 Juni 2019 menjadi momen krusial yang mendorongnya kembali mendalami dunia seni. Di tengah masa dukanya, ia berupaya mencari berbagai kegiatan yang dapat membantu proses pemulihan batin.

Dalam acara peluncuran tersebut, SBY memaparkan proses kreatif di balik penulisan novel yang memadukan pengalaman pribadi, unsur imajinasi, serta perenungan mendalam tentang cinta dan rasa kehilangan. Melalui kisah yang ia tulis, pembaca diajak memahami bahwa upaya melanjutkan hidup bisa berdampingan dengan komitmen merawat kenangan orang terkasih.

“Saya bukan mualaf tentara, politisi menjadi seniman. Tetapi seni itu masa lalu saya. Yang betul adalah the return of the lost artist. Kembalinya seniman setelah mengembara ke mana-mana,” ujar SBY seperti dilaporkan CNN Indonesia.

Kecintaan pada Dunia Tulis-Menulis

SBY menuturkan bahwa minatnya pada dunia tulis-menulis sudah bersemi sejak ia duduk di bangku sekolah dasar. Menurutnya, penulisan novel ini merupakan kelanjutan dari kegemaran yang telah lama menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

Ia menilai medium novel memberikan keleluasaan baginya untuk merancang alur cerita, menampilkan tokoh-tokoh berkarakter beragam, serta memadukan realitas dengan imajinasi. Dalam novel ‘Diana Memang Manja’, kebebasan tersebut dimanfaatkan untuk merajut kisah romansa yang dibumbui unsur misteri serta pergulatan emosi manusia.

SBY tidak memungkiri bahwa sebagian perasaan duka yang pernah ia rasakan setelah ditinggal wafat oleh Ani Yudhoyono turut dituangkan ke dalam proses penulisan buku ini.

“Sebagian saya curahkan novel itu untuk mengekspresikan hati saya sekian tahun yang lalu. Tetapi sekarang saya lebih kuat. Saya sudah move on,” jelasnya.

Lebih lanjut, SBY menambahkan bahwa dalam menggarap novel ini, imajinasi tetap dikembangkan melalui riset serta pertimbangan yang matang agar cerita yang disajikan memiliki landasan yang logis, sekaligus memberikan ruang bagi unsur misteri dan keajaiban hidup. Proses kreatif tersebut juga mengalir secara dinamis, di mana gagasan-gagasan baru kerap muncul di tengah penulisan untuk memperkaya jalinan cerita serta memperkuat kedalaman hubungan antar tokoh.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *