Daftar Isi
Sebuah pertandingan olahraga padel di Kabupaten Tangerang, Banten, diwarnai aksi pemukulan terhadap salah satu pemain. Insiden tersebut bermula ketika pelaku tidak terima terkena bola smash dari korban saat bertanding.
Kronologi Pemukulan di Lapangan Padel
Peristiwa pemukulan tersebut terjadi di sebuah lapangan padel yang terletak di kawasan Kadu, Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Selasa (15/9/2026) malam. Pertandingan ganda atau dua lawan dua itu melibatkan korban berinisial FS (30) dan pelaku berinisial RA.
Berdasarkan rekaman kamera pengawas yang beredar di media sosial, pelaku RA memukul FS menggunakan raket padel setelah terkena bola smash dari korban. Meskipun korban sempat menunjukkan gestur meminta maaf, pelaku tetap mendekati FS dan mengayunkan raket hingga mengenai pangkal rahang dekat telinga kiri korban. Pemain lain dan penonton yang berada di lokasi langsung melerai kedua belah pihak dan membawa korban menjauh, sementara pelaku terus berusaha mendekat namun berhasil ditahan oleh pemain lainnya.
Penyelidikan Pihak Kepolisian
Polsek Curug tengah mengusut kasus pemukulan ini dengan mengumpulkan berbagai alat bukti serta meminta keterangan dari para saksi di lokasi kejadian. Kasi Humas Polres Metro Tangerang Selatan, Iptu Wahyuni, menyatakan bahwa kasus tersebut ditangani oleh Polsek Curug dan proses penyelidikan masih berlangsung, seperti dilaporkan detikcom pada Jumat (30/10/2026). Selain itu, kepolisian juga berencana memanggil terlapor RA untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Kondisi Korban dan Pengakuan Keluarga
Akibat pemukulan tersebut, korban FS mengalami luka pada bagian kepala serta wajahnya menjadi benjol dan memar. Istri korban, Paula, menjelaskan bahwa suaminya langsung membuat laporan resmi disertai visum ke Polsek Curug pada malam kejadian. Paula menyebutkan bahwa suaminya dan terduga pelaku tidak saling mengenal sebelumnya dan dipertemukan dalam pertandingan berkat sebuah aplikasi komunitas olahraga sosial. Pihak keluarga, kata Paula, memilih untuk menempuh jalur hukum dan menolak ajakan bertemu dari terlapor yang menghubungi mereka setelah video insiden tersebut menjadi viral di media sosial.
Sumber: Berita - Detikcom








