Nasional

Kapolri Tegaskan Anggota Polri Wajib Punya Integritas Tinggi

Kapolri Tegaskan Anggota Polri Wajib Punya Integritas Tinggi
Daftar Isi
  1. Pentingnya Integritas dan Pembenahan Internal
  2. Standar Pelayanan dan Respons terhadap Kritik
  3. Penguatan Struktur Organisasi Kewilayahan

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memberikan peringatan kepada seluruh jajarannya agar senantiasa menjadi anggota kepolisian yang memiliki integritas tinggi. Pesan tersebut disampaikan saat memberikan pembekalan kepada peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan 70 di Lemhannas.

Pentingnya Integritas dan Pembenahan Internal

Kapolri menyatakan bahwa kecakapan serta kemampuan saja belum mencukupi tanpa dibarengi kejujuran, kepatuhan terhadap hukum, serta sikap terpuji dalam melayani masyarakat, seperti dilaporkan CNN Indonesia. Menurutnya, institusi kepolisian memerlukan personel yang tidak sekadar pintar, melainkan mempunyai integritas.

Dalam kesempatan tersebut, Suyudi menyoroti perlunya pembenahan di lingkungan internal, penegakan hukum yang adil tanpa pandang bulu, serta perbaikan mutu pelayanan demi mendongkrak kepercayaan publik. Ia melarang para calon pemimpin untuk menutup-nutupi pelanggaran yang dilakukan oleh anak buahnya.

Suyudi menekankan bahwa pembiaran terhadap berbagai penyimpangan, termasuk keterlibatan oknum anggota dalam jaringan peredaran narkotika, dapat menghancurkan organisasi serta menghambat proses penegakan hukum. Pelaksanaan penegakan hukum, imbuhnya, wajib dijalankan secara profesional, proporsional, dan akuntabel dengan tetap menjunjung tinggi etika.

Standar Pelayanan dan Respons terhadap Kritik

Lebih lanjut, Suyudi meminta agar para personel kepolisian menghindari sikap kasar, membentak, ataupun mengintimidasi warga ketika menangani suatu perkara. Setiap anggota juga diwajibkan untuk memperhatikan perlindungan data pribadi serta hak-hak dari tersangka, saksi, maupun korban.

Ia menyampaikan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat harus diraih melalui kinerja nyata, kemudahan akses layanan, serta kecepatan merespons kebutuhan publik. Keberhasilan Polri, kata dia, tidak hanya diukur dari kuantitas penangkapan atau operasi, melainkan juga dari kualitas pelayanan, kepastian hukum, pemulihan hak korban, serta terciptanya rasa aman.

Sejalan dengan itu, ia meminta seluruh jajarannya agar tidak bersikap antikritik serta siap menindaklanjuti masukan dari masyarakat yang disampaikan melalui media sosial maupun aplikasi WhatsApp. Setiap pengaduan harus segera diteruskan kepada satuan fungsi yang berwenang agar bisa ditangani secara tepat.

Penguatan Struktur Organisasi Kewilayahan

Dalam arahannya, Suyudi turut membahas kebutuhan penambahan personel di tingkat kewilayahan, khususnya Polsek yang bertindak sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat. Ia menginstruksikan agar jajaran Mabes Polri dibuat lebih ramping dan personelnya digeser memperkuat satuan wilayah.

Penguatan struktur tersebut dijabarkan melalui prinsip agar Mabes Polri harus ramping, Polda harus kuat, Polres harus besar, serta Polsek harus tangguh. Penguatan organisasi ini harus berjalan beriringan dengan peningkatan integritas dan profesionalisme agar kewenangan kepolisian dapat dilaksanakan secara bertanggung jawab demi mewujudkan pelayanan yang berkeadilan bagi masyarakat.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *