Metropolitan

Pemkot Surabaya Raih TPAKD Award 2026 Terbaik se-Jawa-Bali

Pemkot Surabaya Raih TPAKD Award 2026 Terbaik se-Jawa-Bali
Daftar Isi
  1. Sinergi untuk Pertumbuhan Ekonomi
  2. Tujuh Program Unggulan Sepanjang 2025
  3. Skema Pembiayaan dan Rencana 2026

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berhasil meraih penghargaan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Award 2026 kategori Terbaik Tingkat Kota Wilayah Jawa-Bali dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas upaya pemkot dalam memperluas akses layanan keuangan, meningkatkan literasi masyarakat, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Sinergi untuk Pertumbuhan Ekonomi

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menerima langsung penghargaan tersebut di Jakarta. Menurut Eri, seperti dilaporkan CNN Indonesia, prestasi ini merupakan hasil sinergi antara Pemkot Surabaya dan para pemangku kepentingan di sektor keuangan dalam menggerakkan aktivitas ekonomi serta memperluas manfaat layanan keuangan bagi warga.

“Dalam TPAKD Award kemarin, alhamdulillah untuk Jawa-Bali, Kota Surabaya mendapatkan yang terbaik. Di sana itu adalah bagaimana kami bersinergi dengan seluruh stakeholder yang ada agar bisa menggerakkan pergerakan ekonomi, pergerakan keuangan,” ujar Eri di Balai Kota Surabaya, Rabu (28/10).

Eri menyatakan bahwa perluasan akses keuangan harus berjalan seiring dengan pengembangan potensi ekonomi masyarakat, termasuk melibatkan generasi Z serta memberikan pendampingan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pihaknya berharap kolaborasi dengan OJK dan pelaku sektor keuangan dapat terus berlanjut agar manfaatnya semakin dirasakan luas oleh masyarakat.

“Matur nuwun (terima kasih) untuk OJK, dan seluruh pihak di bidang keuangan yang terus berkolaborasi bersinergi dengan Pemerintah Kota Surabaya,” tambahnya.

Tujuh Program Unggulan Sepanjang 2025

Predikat terbaik TPAKD Award 2026 diraih berkat pelaksanaan tujuh program unggulan yang berfokus pada perluasan akses keuangan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta peningkatan kesejahteraan warga sepanjang 2025.

“Secara resmi pemkot menerima penghargaan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah Award 2026 Tingkat Kota untuk wilayah Jawa-Bali. Tim ini bertugas memberikan literasi dan inklusi keuangan kepada warga Surabaya,” ucap Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Surabaya, Vykka Anggradevi Kusuma.

Pelaksanaan program tersebut berjalan seiring pencapaian indikator pembangunan Surabaya pada 2025. Pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,87 persen yang melampaui target 5,77 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada di angka 85,65 dari target 85,26, serta tingkat kemiskinan turun ke 3,56 persen dari target 3,9 persen.

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Surabaya, Vykka Anggradevi Kusuma, menjelaskan bahwa ketujuh program TPAKD Surabaya meliputi penguatan infrastruktur digital, pendampingan akses keuangan, perlindungan pekerja, pembiayaan UMKM, pemberdayaan ekonomi lokal, edukasi investasi, hingga digitalisasi pembayaran.

Program pertama adalah Satu Data Surabaya untuk memperkuat infrastruktur digital melalui aplikasi, situs web, dan sistem data terpadu guna mendukung kebijakan ekonomi serta penyaluran bantuan sosial. Kedua, program PASTI LAKU yang menyediakan asistensi, pendampingan, literasi, serta edukasi akses keuangan bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Ketiga, program perlindungan jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja, pengemudi ojek online, dan pelayan masyarakat dengan total cakupan mencapai 99.724 peserta. Keempat, penyaluran Kredit Melawan Rentenir PUSPITA melalui PT BPR Surya Artha Utama yang telah menjangkau 2.138 debitur.

Kelima, program Pemberdayaan dan Ketahanan Ekonomi Nang Suroboyo (PEKEN) sebagai platform digital pemasaran produk UMKM lokal di laman peken.surabaya.go.id. Hingga akhir 2025, program ini melibatkan 5.734 UMKM dengan perolehan omzet mencapai Rp216 miliar.

Keenam, Galeri Investasi Pasar Modal yang menyediakan sarana edukasi dan investasi legal bagi masyarakat di Mal Pelayanan Publik Siola. Ketujuh, digitalisasi pembayaran melalui Kartu Identitas Anak dan Simpanan Pelajar di Kota Surabaya yang mencatatkan nilai transaksi atau simpanan sekitar Rp158 miliar.

Skema Pembiayaan dan Rencana 2026

Pemkot Surabaya turut menyediakan skema pembiayaan berbunga rendah untuk mendukung pengembangan UMKM, seperti program PUSPITA dengan bunga tiga persen per tahun serta Sikumis dengan bunga lima persen per tahun. Selain itu, kelompok berpenghasilan rendah memperoleh dukungan bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan yang dibiayai melalui APBD.

“Dalam hal ini pemkot bersama OJK dan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) bersinergi dalam upaya memberikan literasi dan inklusi keuangan ke sekolah-sekolah, UMKM sampai kelompok perempuan,” kata Vykka.

Memasuki tahun 2026, Pemkot Surabaya berencana melanjutkan program-program yang telah berjalan, termasuk memperkuat basis data dan literasi keuangan lewat program SOMASI PINJOL. Pemkot juga menyiapkan penambahan program baru yang mencakup digitalisasi pembayaran parkir, pajak, dan retribusi, serta pengembangan ekosistem digitalisasi pasar tradisional dan pariwisata.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *