Daftar Isi
Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menghadirkan program MagangHub dan SMK Go Global. Kedua program ini dirancang untuk membantu lulusan baru dan calon tenaga kerja mempersiapkan diri memasuki dunia kerja melalui jalur yang berbeda, baik di dalam negeri maupun pasar internasional.
Program MagangHub
MagangHub merupakan program pemagangan nasional yang dijalankan Kemnaker untuk membantu lulusan baru meningkatkan keterampilan dan memperoleh pengalaman kerja secara langsung di perusahaan. Peserta dapat mengikuti pemagangan selama enam bulan di perusahaan penyelenggara, termasuk BUMN dan swasta, dengan didampingi mentor perusahaan.
Pada 2026, pemerintah menargetkan 150.000 peserta mengikuti program ini dalam tiga batch. Pendaftaran Batch III dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober hingga 1 November 2026. Fasilitas yang diberikan meliputi uang saku bulanan setara Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) yang ditanggung pemerintah serta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan berupa Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.
Program ini ditujukan bagi Warga Negara Indonesia lulusan diploma, sarjana, atau pendidikan profesi dengan masa kelulusan maksimal satu tahun saat mendaftar. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa pemagangan dalam MagangHub ditujukan untuk meningkatkan kompetensi peserta, bukan menggantikan tenaga kerja reguler.
Manfaat dan Pengalaman Peserta Magang
Pengalaman langsung di lingkungan profesional dirasakan oleh Rafif Hidayat Inzaghi, peserta MagangHub Batch I 2026 yang terlibat dalam penanganan media sosial dan pembuatan laporan kampanye. Manfaat terbesar yang ia rasakan adalah memahami alur kerja kampanye dari awal hingga pelaporan kepada klien, meski sebagian besar pembelajaran didapat langsung dari tim tempat ia magang.
Hal senada disampaikan Dhafin Armia, alumni MagangHub Batch II 2025 yang magang sebagai jurnalis dan kini bekerja di salah satu media nasional. Menurutnya, pengalaman selama magang membantunya saat menjalani tahap wawancara kerja karena memiliki pengalaman yang relevan.
Program SMK Go Global
Sementara itu, SMK Go Global yang dijalankan KP2MI diarahkan untuk menyiapkan tenaga kerja Indonesia agar mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja internasional. Program ini menyediakan pelatihan bahasa dan keterampilan teknis bagi lulusan SMK maupun masyarakat umum, termasuk lulusan perguruan tinggi.
Pemerintah menargetkan penyiapan 500.000 calon pekerja migran hingga 2029. Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama KP2MI Sukarman menjelaskan program ini terbuka secara umum bagi masyarakat, termasuk lulusan diploma dan sarjana.
Bidang pekerjaan yang disasar mencakup perawat, pendamping lansia, pengelasan, pengemudi bus dan truk, serta perhotelan dengan negara tujuan seperti Jepang, Jerman, Malaysia, dan sejumlah negara lainnya. Peserta yang lolos dapat mengikuti pelatihan tanpa dipungut biaya karena dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pelatihan Keterampilan Internasional
Manfaat pelatihan tersebut dirasakan Tiara, lulusan SMK Negeri 1 Garut yang mengikuti pelatihan barista untuk memperoleh pengalaman bekerja di lingkungan internasional. Peserta lainnya, Muhammad Zaki, juga mengikuti pelatihan barista dan mempelajari keterampilan meracik kopi hingga membuat latte art guna menyiapkan diri bekerja secara profesional.
Pelaksanaan program-program ini terus dievaluasi agar semakin optimal. Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal menilai program pemagangan membantu pencari kerja muda, namun harus diperkuat dengan kebijakan lain agar dampaknya lebih luas dan tidak berdiri sendiri.
Sumber: Berita - Detikcom








