Nasional

Pasien RS Kalteng Naik 3 Kali Lipat Akibat Karhutla

Pasien RS Kalteng Naik 3 Kali Lipat Akibat Karhutla

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan jumlah pasien yang masuk rumah sakit di Kalimantan Tengah melonjak hingga tiga kali lipat di tengah memburuknya kualitas udara akibat asap dampak kebakaran hutan dan lahan. Pemerintah berkomitmen mempercepat distribusi bantuan alat medis untuk memastikan fasilitas kesehatan mampu menangani warga yang mengalami gangguan pernapasan.

Lonjakan Pasien dan Percepatan Bantuan Medis

Lonjakan pasien tersebut menjadi perhatian pemerintah untuk memastikan fasilitas kesehatan siap melayani masyarakat yang terpapar asap karhutla seperti dilaporkan CNN Indonesia. Informasi mengenai peningkatan jumlah pasien diterima langsung oleh Budi saat melakukan kunjungan kerja di Palangka Raya, ibu kota provinsi Kalteng, pada Jumat (23/10).

Budi menyatakan Kementerian Kesehatan telah menyiapkan percepatan distribusi bantuan peralatan medis, termasuk ventilator, ke rumah sakit di kabupaten dan kota di Kalteng. Bantuan ini diharapkan mampu memperkuat kemampuan rumah sakit dalam menangani pasien dengan gangguan pernapasan berat.

Kelompok rentan, khususnya anak-anak yang mengalami sesak napas berat, menjadi salah satu perhatian utama. Ketersediaan peralatan medis dinilai penting agar pasien yang membutuhkan bantuan pernapasan segera mendapatkan penanganan sesuai kondisi klinisnya.

Imbauan Kesehatan dan Peninjauan Fasilitas

Budi mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan. Warga dengan keluhan ringan dapat menjalani rawat jalan sesuai hasil pemeriksaan tenaga medis, sementara kondisi yang berkembang menjadi pneumonia atau penyakit paru obstruktif kronis wajib segera mendapatkan penanganan di rumah sakit.

Dalam kunjungan tersebut, Budi turut meninjau pelayanan kesehatan dan kesiapan fasilitas penanganan dampak kabut asap di Puskesmas Panarung serta Puskesmas Menteng, Kota Palangka Raya. Salah satu layanan yang menjadi perhatiannya adalah bus oksigen keliling untuk membantu warga terdampak asap.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan layanan tersebut berpeluang dikembangkan sebagai percontohan di tingkat nasional.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *