Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin turun langsung ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah, untuk memantau dampak pencemaran udara terhadap kesehatan masyarakat serta memastikan fasilitas pelayanan kesehatan siap menangani warga terdampak. Berdasarkan catatan yang diterimanya, jumlah pasien yang masuk rumah sakit di wilayah tersebut meningkat hingga tiga kali lipat di tengah memburuknya kualitas udara akibat asap kebakaran hutan dan lahan.
Distribusi Bantuan Peralatan Medis dan Gejala ISPA
Menurut laporan CNN Indonesia, lonjakan pasien menjadi perhatian pemerintah dalam memastikan fasilitas kesehatan mampu menangani warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap. Budi menyatakan Kementerian Kesehatan telah menyiapkan percepatan distribusi bantuan peralatan medis, termasuk ventilator, ke rumah sakit di kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah guna memperkuat kemampuan penanganan pasien dengan gangguan pernapasan berat.
Kelompok rentan, khususnya anak-anak yang mengalami sesak napas berat, menjadi salah satu perhatian utama agar segera mendapatkan penanganan sesuai kondisi klinisnya. Budi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan, di mana warga dengan keluhan ringan dapat menjalani rawat jalan, sementara pasien yang berkembang menjadi pneumonia atau penyakit paru obstruktif kronis harus segera dibawa ke rumah sakit.
Peninjauan Bus Oksigen Keliling dan Kualitas Udara Berbahaya
Dalam kunjungannya pada Jumat, Budi turut meninjau pelayanan kesehatan di Puskesmas Panarung, Puskesmas Menteng, Rumah Oksigen di kawasan Ruang Terbuka Hijau Bundaran Besar, serta RSUD Doris Sylvanus. Salah satu layanan yang menjadi perhatiannya adalah bus oksigen keliling untuk membantu warga terdampak asap, yang menurut Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin berpeluang dikembangkan sebagai percontohan di tingkat nasional.
Budi mengungkapkan kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah masih tergolong sangat buruk, di mana Indeks Standar Pencemar Udara di beberapa lokasi telah menembus angka 300 atau masuk kategori berbahaya. Kementerian Kesehatan juga menyalurkan bantuan berupa 137.000 masker KN95, 500.000 masker bedah, 50 unit oxygen concentrator, 35 unit nebulizer, 100 tabung oksigen, 37 unit air purifier, serta multivitamin dan obat-obatan.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam memastikan kesiapan fasilitas kesehatan untuk melayani masyarakat terdampak karhutla melalui koordinasi dengan pemerintah pusat dan dukungan sarana medis.








