Wakil Ketua DPD RI Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas meminta para perajin kulit di Kabupaten Bantul untuk meningkatkan kendali mutu produk serta menyiapkan generasi muda sebagai penerus. Pesan tersebut disampaikan saat ia meninjau rumah produksi dan galeri CV Djoen Leather di Kabupaten Bantul, Kamis (29/10), dalam rangkaian kunjungan untuk berdialog dengan pelaku UMKM serta pemerintah daerah.
Pentingnya Mutu dan Regenerasi
Menurut GKR Hemas seperti dilansir CNN Indonesia, sektor UMKM merupakan pilar penting dalam fondasi ekonomi daerah dan kehidupan masyarakat yang memerlukan dukungan ekosistem usaha berkelanjutan. Ia menilai produk lokal memiliki potensi besar untuk menembus pasar yang lebih luas apabila dikelola melalui peningkatan kendali mutu dan pengembangan desain yang kreatif.
“Begitu saya lihat ada perajin kulit, sebetulnya dari produknya itu sudah bagus, mungkin perlu ditingkatkan quality control-nya. Potensi lokal apabila dikelola dengan keterampilan dan kreativitas dapat berkembang menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar GKR Hemas dalam keterangan resmi.
Selain mengejar omzet, GKR Hemas mengingatkan bahwa penguatan UMKM harus berorientasi pada penciptaan lapangan kerja bagi warga sekitar serta keberlanjutan regenerasi perajin. “Kita harus selalu melakukan regenerasi perajin. Keterampilan dan ketekunan para perajin senior harus ditularkan kepada generasi muda agar warisan keterampilan ini tetap hidup dan berkembang,” tegasnya.
Kontribusi Sektor Kerajinan di Bantul
Pemilik CV Djoen Leather, Harjuno Wiwoho, menyambut baik kehadiran dan perhatian GKR Hemas terhadap pelaku usaha kecil di tengah tantangan ekonomi. Ia menjelaskan bahwa usahanya yang dirintis sejak tahun 2015 memberdayakan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja.
“Sebagian besar pekerja kami adalah warga sekitar yang awalnya tidak memiliki penghasilan, lalu kami latih hingga mandiri. Tantangan saat ini memang cukup berat di tengah situasi global, namun dengan sinergi bersama pemerintah dan komunitas, kami terus berupaya menjaga roda produksi tetap berjalan,” ungkap Harjuno.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Bantul, Ari Budi Nugroho, memaparkan bahwa sektor kerajinan menjadi tumpuan utama perekonomian daerah. Kontribusi industri pengolahan dari UKM terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Bantul mencapai 14 persen, melampaui sektor pertanian yang berada di angka 13 persen.
Dalam kesempatan tersebut, Ari juga meminta dukungan atas keikutsertaan Kabupaten Bantul dalam seleksi jejaring kota kreatif dunia UNESCO (UNESCO Creative Cities Network / UCCN) 2026 dengan mengandalkan sektor kerajinan serat alam. Menanggapi berbagai kendala dan aspirasi perajin terkait ruang pamer bersama serta akses ekspor, GKR Hemas berkomitmen untuk membawa seluruh persoalan tersebut ke tingkat pusat melalui kewenangan DPD RI.








