Nasional

BRIN Perkuat Riset Prediksi dan Pemadaman Karhutla

BRIN Perkuat Riset Prediksi dan Pemadaman Karhutla

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menyatakan lembaganya akan memperkuat riset prediksi kebakaran hutan dan lahan guna mengantisipasi karhutla pada masa mendatang. Penguatan riset tersebut bertujuan membangun kemampuan prediksi jangka menengah hingga panjang terhadap potensi kebakaran.

Penguatan Riset dan Kerja Sama Perguruan Tinggi

Menurut Arif, kemampuan prediksi sangat penting agar Indonesia memiliki keahlian membaca situasi karhutla untuk tiga hingga enam bulan ke depan. Langkah antisipasi tersebut mencakup riset mengenai model perambatan api yang saat ini juga tengah berjalan di berbagai titik lokasi karhutla, seperti dilaporkan CNN Indonesia.

Penelitian itu dilakukan menyusul instruksi Presiden Prabowo Subianto kepada BRIN untuk melaksanakan riset penanganan karhutla mulai dari jangka pendek, menengah, hingga panjang. Arif menambahkan, pihaknya akan menggandeng berbagai perguruan tinggi untuk mengembangkan metode prediksi kebakaran hutan secara mandiri.

Operasi Modifikasi Cuaca dan Inovasi Pemadam Api

Untuk penanganan jangka pendek terhadap karhutla yang sedang terjadi, Arif menjelaskan bahwa BRIN berkolaborasi dengan sejumlah pemangku kepentingan dalam menjalankan operasi modifikasi cuaca. Upaya tersebut telah mendatangkan hujan di beberapa wilayah yang dilanda kebakaran.

Selain itu, riset pembuatan tepung berbahan baku singkong untuk memadamkan api karhutla telah selesai dan siap memasuki tahap uji coba lapangan. Kendala utama selama ini terletak pada kekurangan material ammonium polyphosphate (APP) yang harus diimpor karena tidak tersedia di dalam negeri.

Penggunaan bahan tambahan tersebut diperlukan agar tepung singkong tidak menggumpal sehingga dapat disempurnakan untuk meningkatkan efektivitas pemadaman api di lapangan.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *