Pemerintah secara resmi menggratiskan seluruh biaya pendidikan bagi para peserta didik di SMA Taruna Nusantara. Kebijakan ini diumumkan menyusul peresmian SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi oleh Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (30/10).
Perubahan Sistem Pembayaran dan Akses Pendidikan
Penerapan biaya gratis ini mengubah sistem terdahulu yang masih membebankan biaya pendidikan kepada siswa. Langkah tersebut diambil sebagai upaya strategis pemerintah untuk memperluas jangkauan pendidikan berkualitas bagi anak-anak bangsa tanpa terkendala masalah finansial.
Melalui siaran persnya, Sekretariat Presiden menyatakan, “Selain memperluas jaringan kampus, pemerintah juga menghadirkan kebijakan penting berupa pembebasan biaya pendidikan bagi seluruh peserta didik SMA Taruna Nusantara. Berbeda dengan sistem sebelumnya yang menerapkan biaya pendidikan, kini seluruh siswa dapat mengikuti proses pembelajaran secara gratis.”
Sekretariat Presiden menambahkan bahwa kehadiran kampus anyar di Cimahi beserta pembebasan biaya sekolah menjadi wujud nyata perhatian pemerintah terhadap pembangunan sumber daya manusia. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong SMA Taruna Nusantara dalam mencetak generasi muda yang berprestasi akademik, berintegritas, dan memiliki rasa cinta tanah air.
Ekspansi Kampus di Enam Wilayah
Dalam kesempatan peresmian tersebut, Presiden Prabowo Subianto memaparkan perkembangan SMA Taruna Nusantara yang dinilai mengalami kemajuan pesat sejak berdiri pada 1990. Pada masa awal pendiriannya, institusi pendidikan ini hanya beroperasi dengan satu kampus utama, tetapi telah melahirkan banyak tokoh yang berkontribusi untuk negara.
Saat ini, pemerintah telah memperluas jangkauan lembaga pendidikan tersebut dengan menambah lima kampus baru. Dengan demikian, SMA Taruna Nusantara kini memiliki total enam lokasi kampus yang tersebar di pelbagai kawasan Indonesia, yakni Magelang, Malang, Cimahi, Pagar Alam, Ibu Kota Nusantara (IKN), serta Langowan di Sulawesi Utara.








