Hukum & Kriminal

Kejagung Geledah PT IPPS, Temukan Ruang Tersembunyi

Kejagung Geledah PT IPPS, Temukan Ruang Tersembunyi

Tim Penyidik Kejaksaan Agung menggeledah kantor PT IPPS yang berlokasi di Menara Batavia, Jakarta Pusat, terkait penyidikan kasus dugaan korupsi transfer pricing PT Toba Pulp Lestari (TPL) Tbk. Dalam penggeledahan yang berlangsung selama kurang lebih 17 jam tersebut, penyidik menemukan dan menyegel sebuah ruangan tersembunyi yang berada di balik pintu lemari.

Penyitaan Barang Bukti dan Penyegelan Ruangan

Penggeledahan ini dilaksanakan oleh Tim Penyidik Satuan Tugas Khusus Penanganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Korupsi (Satgassus P3TPK) pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). Kegiatan pemeriksaan tersebut dimulai pada Kamis (29/10/2026) pukul 10.00 WIB hingga Jumat (30/10/2026) pukul 03.00 WIB.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, menjelaskan bahwa dari proses penggeledahan tersebut penyidik mengamankan sejumlah dokumen penting serta barang bukti elektronik, termasuk telepon genggam yang berisi rekam percakapan terkait perkara.

“Dalam pelaksanaannya, Tim Penyidik melakukan penyitaan terhadap sejumlah dokumen serta barang bukti elektronik antara lain telepon genggam yang di dalamnya ditemukan data percakapan yang diduga berkaitan dengan perkara a quo, beserta barang bukti elektronik lainnya,” kata Anang dalam keterangan tertulis pada Jumat (30/10/2026).

Dugaan Korupsi Transfer Pricing

Selain menyita berbagai barang bukti, tim penyidik juga menyegel area kantor PT IPPS beserta pintu lemari yang menjadi akses masuk menuju ruangan tersembunyi di dalam kantor tersebut. Tindakan ini merupakan bagian dari penyidikan dugaan korupsi berupa praktik transfer pricing yang dilakukan PT TPL kepada entitas perusahaan lain sepanjang periode 2008 hingga 2025.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung telah menetapkan PT TPL sebagai tersangka korporasi dalam kasus ini. Penyidik juga menetapkan beberapa tersangka individu, salah satunya adalah Direktur PT TPL yang berinisial AL, guna mendalami lebih lanjut praktik transaksi perusahaan yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *