Dunia

Mengapa Publik China Tak Tahu Ucapan Kontroversial Mbappé?

Mengapa Publik China Tak Tahu Ucapan Kontroversial Mbappé?
Daftar Isi
  1. Sanksi dan Permintaan Maaf
  2. Sensor Ketat dan Kebingungan Warga
  3. Status Sakral Mao Zedong

Komentar pesepak bola Kylian Mbappé mengenai seorang pemimpin China memicu kemarahan publik, namun sistem sensor yang ketat membuat banyak warga di negara tersebut justru bertanya-tanya mengenai isi pernyataan yang sebenarnya. Kontroversi ini bermula ketika penyerang asal Prancis itu menghadiri acara Ballon d’Or di London dan membahas sebuah meme yang menampilkan wajahnya disandingkan dengan Mao Zedong.

Sanksi dan Permintaan Maaf

Cilekup video tersebut dengan cepat menyebar dan memicu gelombang kemarahan di media sosial China. Sejumlah merek asal China menghentikan kerja sama dengan sang atlet, sementara China Media Group yang membawahi televisi pemerintah CCTV menangguhkan siaran pertandingan La Liga.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri China menyatakan bahwa perkataan dan tindakan yang melukai perasaan rakyat China secara alami akan menghadapi penolakan bersama dari berbagai kalangan masyarakat. Di sisi lain, Kylian Mbappé menyampaikan permintaan maaf secara tulus atas apa yang disebutnya sebagai kesalahan penilaian. Pihak klub Real Madrid dan operator liga Spanyol La Liga juga turut menyampaikan permintaan maaf, sementara Beijing mengonfirmasi bahwa pihaknya menanggapi permintaan tersebut dengan serius.

Sensor Ketat dan Kebingungan Warga

Sistem sensor canggih di China yang memutus akses internet global membuat sebagian besar dari 1,4 juta penduduknya tidak mengetahui secara pasti isi lelucon yang dipermasalahkan. Pengguna media sosial di China menghindari penyebutan nama Mao secara langsung karena tokoh tersebut masih dipandang hampir sakral, dan memilih menggunakan istilah tidak langsung seperti orang yang ada di uang kertas 100 yuan atau guru.

Upaya warga untuk mencari tahu melalui chatbot AI juga gagal karena layanan tersebut tunduk pada aturan sensor yang sama. Tangkapan layar dan meme yang beredar di platform domestik sebagian besar telah dikaburkan bagian wajah Mbappé maupun kata-kata tertentu.

Status Sakral Mao Zedong

Mao Zedong, yang memimpin Partai Komunis China mendirikan Republik Rakyat China hingga wafat pada 1976, tetap menjadi figur yang dihormati dalam narasi resmi negara meskipun masa pemerintahannya diwarnai tragedi seperti Lompatan Jauh ke Depan dan Revolusi Kebudayaan yang menewaskan jutaan orang. Posisi resmi Partai Komunis China menilai pencapaian Mao lebih besar daripada kesalahannya.

Sebaliknya, diaspora China dan para pembangkang di luar negeri memberikan respons yang jauh berbeda di platform seperti X dan Threads yang diblokir di China. Di luar kedua kubu tersebut, sebagian pengguna internet internasional menyayangkan reaksi keras yang menuntut standar pandangan yang sama dari seluruh dunia terhadap pemimpin China.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *