Metropolitan

Kronologi Kecelakaan Maut Mobilio Tabrak Pikap di Rasuna Said

Kronologi Kecelakaan Maut Mobilio Tabrak Pikap di Rasuna Said

Kecelakaan maut yang melibatkan minibus Honda Mobilio dan mobil pikap Isuzu di Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan lima orang lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa yang terjadi pada Kamis dini hari tersebut diduga dipicu oleh kecepatan tinggi dari kendaraan Honda Mobilio.

Dugaan Penyebab dan Penyelidikan Polisi

Kasi Laka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Kharisma Arbita Bangsa menyatakan bahwa dugaan awal tersebut didapatkan berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP). Kendati demikian, pihak kepolisian belum bisa memastikan secara pasti kecepatan laju kendaraan tersebut saat insiden berlangsung.

Menurut Kharisma kepada Liputan6.com, penyidik masih mengumpulkan berbagai bukti pendukung, termasuk memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV, melakukan pengecekan kendaraan, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian. Selain itu, pengemudi Honda Mobilio yang berinisial KMS telah menjalani tes urine di rumah sakit dan penyidik masih menanti hasil pemeriksaan tersebut.

Kronologi dan Kondisi Korban

Peristiwa nahas itu bermula ketika Honda Mobilio dengan nomor registrasi B-2607-UFL yang dikemudikan oleh KMS melaju dari arah utara di Jalan H.R. Rasuna Said, tepatnya dekat Kedutaan Besar Malaysia, sekitar pukul 01.10 WIB. Kendaraan tersebut kemudian menabrak bagian belakang mobil pikap Isuzu bernomor polisi B-9766-FM yang dikemudikan oleh seorang pria berinisial N dengan dua penumpang berinisial J dan M yang melaju searah di depannya.

Akibat hantaman keras tersebut, mobil pikap terguling ke sisi kiri dengan posisi kedua roda di sisi kanan berada di atas, sementara kedua kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan cukup parah. Kharisma memaparkan bahwa pengemudi beserta dua penumpang Honda Mobilio menderita luka-luka dan dilarikan ke Rumah Sakit MMC untuk mendapatkan penanganan medis, bersama dengan pengemudi pikap berinisial N dan penumpang berinisial J.

Sementara itu, penumpang pikap berinisial M mengembuskan napas terakhirnya ketika sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Tebet.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *