Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banten menyampaikan bahwa Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi yang mengalami kebakaran di perairan Selat Sunda dekat Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, pada Selasa (20/10) masih menjalani proses pendinginan.
Proses Pendinginan dan Penarikan Kapal
Menurut keterangan Kantor SAR Banten, proses pendinginan tersebut dilakukan untuk memastikan situasi tetap aman pascainsiden kebakaran. Setelah tahapan itu selesai, KMP Batumandi dijadwalkan untuk ditarik menuju perairan Bojonegara demi penanganan lanjutan.
Kantor SAR Banten menjelaskan bahwa kapal akan ditarik menuju Dock Karya Putra Berkah di Bojonegara. Dalam pelaksanaannya, pihak SAR terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait guna memastikan seluruh rangkaian penanganan berjalan lancar dan aman.
Kronologi Kebakaran dan Evakuasi
Peristiwa kebakaran tersebut pertama kali diketahui pada pukul 16.15 WIB ketika KMP Batumandi mengirimkan laporan kepada Vessel Traffic Service Operator (VTSO) Merak. Laporan itu menyebutkan adanya kebakaran di bagian kamar mesin saat kapal berada di alur masuk penyeberangan Merak pada koordinat 05°56’520″ LS – 105°59’553″ BT.
Mendapati laporan tersebut, Kantor SAR Banten langsung mengerahkan tim serta sarana penyelamatan ke lokasi. Tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Merak bergerak menuju titik kejadian yang berjarak sekitar 0,86 mil laut pada pukul 16.45 WIB, disusul oleh Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten.
Tak lama berselang, tepatnya pukul 17.00 WIB, KN SAR Tetuka bersama Rigid Inflatable Boat (RIB) 01 Banten diterjunkan ke lokasi untuk membantu proses evakuasi. Seluruh proses penyelamatan penumpang dan awak kapal dapat diselesaikan pada pukul 18.30 WIB.
Seluruh korban selamat yang terdiri atas 420 penumpang dan 40 kru kapal, dengan total 460 orang, dipindahkan ke KMP Royce 1 dan Dermaga 6 Pelabuhan Merak untuk pendataan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 11 orang harus dilarikan ke RS Krakatau Medika, Cilegon, untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan.








