Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Paris dan Berlin mengeluarkan imbauan kepada warga negara Indonesia (WNI) agar meningkatkan kewaspadaan menyusul rencana aksi demonstrasi pada Sabtu, 31 Oktober 2026. WNI diminta untuk menghindari lokasi unjuk rasa serta titik konsentrasi massa demi menjaga keselamatan.
Imbauan KBRI Paris untuk WNI di Prancis
KBRI Paris melalui akun media sosial resminya pada Jumat (30/10/2026) meminta seluruh WNI yang tinggal atau sedang berkunjung ke Prancis agar waspada, terutama di Paris dan kota-kota lain yang menjadi pusat penyelenggaraan aksi demonstrasi. WNI diminta menjauhi kawasan gedung pemerintahan, pusat perbelanjaan, pusat kota, serta fasilitas umum yang berpotensi terdampak unjuk rasa.
Selain itu, WNI diimbau untuk mematuhi seluruh ketentuan keamanan dan pembatasan aktivitas dari otoritas setempat, termasuk aturan larangan berkumpul dan pembatasan mobilitas. KBRI Paris juga menyarankan agar masyarakat memantau informasi resmi dari kepolisian, pemerintah daerah, dan operator transportasi sebelum bepergian, serta menyesuaikan rute perjalanan guna menghindari penutupan jalan dan gangguan transportasi.
Apabila berada di dekat lokasi aksi dan situasi memburuk, WNI diminta segera menyingkir, mengikuti arahan petugas keamanan, serta memprioritaskan keselamatan diri dan keluarga. Dalam situasi darurat atau jika membutuhkan bantuan pelindungan, masyarakat dapat menghubungi nomor hotline KBRI Paris di +33621122109.
Imbauan KBRI Berlin dan Latar Belakang Aksi
Langkah serupa juga diambil oleh KBRI Berlin yang meminta para WNI di wilayah Jerman untuk meningkatkan kewaspadaan. KBRI Berlin mengimbau WNI agar memantau situasi serta pembaruan layanan transportasi publik melalui saluran resmi sebelum melakukan perjalanan.
WNI juga diminta mengikuti arahan dari aparat keamanan setempat jika berada di sekitar area unjuk rasa, sementara pihak KBRI Berlin terus memantau perkembangan situasi untuk memberikan layanan pelindungan. Gelombang demonstrasi di Prancis sendiri dilatarbelakangi oleh berbagai tuntutan, mulai dari perbaikan sistem pendidikan hingga persoalan biaya hidup, yang telah menarik ratusan ribu peserta unjuk rasa di berbagai wilayah dan mengakibatkan penangkapan ribuan orang.
Sumber: Berita - Detikcom








