Dunia

Sanrio Minta Maaf dan Batalkan Kerja Sama Serial Jepang Vivant

Sanrio Minta Maaf dan Batalkan Kerja Sama Serial Jepang Vivant
Daftar Isi
  1. Kontroversi Serial Vivant di China
  2. Respons Sanrio dan Hubungan Diplomatik
  3. Tanggapan Pembuat Serial dan Kontroversi Lain

Sanrio, perusahaan dan pemegang hak cipta karakter Hello Kitty, menyampaikan permintaan maaf serta mengakhiri kerja sama penjualan produk souvenir dengan serial televisi Jepang Vivant. Langkah ini diambil setelah serial tersebut memicu reaksi keras di China karena adegan penyiksaan yang dinilai menyudutkan.

Kontroversi Serial Vivant di China

Vivant merupakan serial thriller mata-mata populer di Jepang yang berkisah mengenai seorang karyawan Jepang yang terjerat dalam jaringan kejahatan dan spionase internasional. Musim pertama serial tersebut tayang pada 2023 dengan latar negara fiktif di Asia Tengah, sementara musim kedua mulai mengudara pada Juli lalu.

Musim kedua serial itu menampilkan adegan agen-agen China menyiksa seorang mata-mata Jepang dengan memotong jari-jari tangan dan menusuk bagian perut. Adegan tersebut mendapat kecaman luas dari media pemerintah China serta pengguna media sosial di negara tersebut.

Kritik itu kemudian meluas hingga menyasar karakter-karakter Sanrio, termasuk Hello Kitty, My Melody, dan Cinnamoroll. Karakter-karakter populer tersebut ditampilkan dalam souvenir yang mengenakan kostum para tokoh dari serial Vivant.

Media pemerintah China, termasuk CCTV, menilai metode penyiksaan yang digambarkan dalam serial itu sangat mirip dengan taktik yang secara historis digunakan tentara Jepang terhadap warga China. Mereka juga menyatakan bahwa drama tersebut memutarbalikkan fakta.

Respons Sanrio dan Hubungan Diplomatik

Sanrio menyatakan telah mengakhiri kolaborasinya dengan Vivant karena menilai serial tersebut mengandung unsur-unsur yang tidak sejalan dengan nilai-nilai inti perusahaan. Perusahaan berjanji akan memperketat proses peninjauan dan evaluasi untuk kerja sama serupa di masa mendatang.

“Dalam perjalanannya, Sanrio secara konsisten menggunakan karakter-karakternya untuk menyampaikan nilai-nilai seperti kepedulian dan keterhubungan antarmanusia, serta tetap berkomitmen pada filosofi perusahaan untuk mendorong keharmonisan di antara semua orang,” kata Sanrio dalam pernyataan yang dirilis pada Rabu malam, seperti dilaporkan BBC News Indonesia.

Hubungan antara China dan Jepang sendiri tengah berada di titik terendah dalam beberapa tahun terakhir. Situasi ini dipicu oleh pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi ihwal Taiwan pada November tahun lalu yang mengisyaratkan pengerahan Pasukan Bela Diri jika China menyerang wilayah tersebut.

Sejak saat itu, Beijing meningkatkan tekanan terhadap Tokyo melalui berbagai pembatasan. Situasi semakin memanas setelah Takaichi mengatakan kepada parlemen pada awal bulan ini bahwa ia telah merekam sejumlah episode Vivant dan berencana menontonnya selama libur akhir tahun.

Media pemerintah China, Global Times, menyoroti Sanrio dan menyebut karakter kucing tersebut seharusnya tidak berdansa dengan kelompok sayap kanan Jepang. Media itu menuliskan bahwa Sanrio berisiko kehilangan lebih banyak hal ketimbang penjualan jangka pendek akibat berkolaborasi dengan konten yang dianggap anti-China.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China mengatakan pada Kamis bahwa pembatalan kerja sama tersebut seharusnya menjadi peringatan bagi komunitas internasional dan masyarakat Jepang yang berpandangan jernih.

Tanggapan Pembuat Serial dan Kontroversi Lain

Presiden jaringan televisi TBS, Masamine Ryuho, menanggapi kritik tersebut dengan menyatakan bahwa Vivant sepenuhnya merupakan karya fiksi. Ia menegaskan bahwa serial itu tidak memiliki niat untuk merendahkan negara mana pun.

Di sisi lain, kemarahan publik di China dalam beberapa hari terakhir juga menyasar tokoh global lainnya. Sejumlah merek asal China memutuskan mengakhiri kerja sama dengan pesepak bola Prancis Kylian Mbappé setelah komentarnya mengenai mendiang pemimpin China Mao Zedong memicu kontroversi, meski Mbappé telah menyampaikan permintaan maaf.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *