Nasional

Kasatgas PRR Pantau Rehab Infrastruktur dan UMKM Sumatra

Kasatgas PRR Pantau Rehab Infrastruktur dan UMKM Sumatra
Daftar Isi
  1. Rapat Perkembangan Pemulihan Pascabencana
  2. Penanganan Infrastruktur dan Tantangan Lapangan
  3. Pemulihan Ekonomi dan UMKM Terdampak

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra memastikan penanganan berjalan sesuai target. Upaya tersebut mencakup rehabilitasi serta rekonstruksi infrastruktur dan fasilitas usaha mikro, kecil, dan menengah.

Rapat Perkembangan Pemulihan Pascabencana

Pernyataan itu disampaikan Tito dalam Rapat dan Press Release Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi terkait Fasilitas Infrastruktur serta Fasilitas UMKM Pascabencana Alam di Sumatra yang berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Rabu (28/10). Forum tersebut dihadiri Menteri UMKM Maman Abdurrahman serta Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Apri Artoto. Berdasarkan dokumen rencana induk, penanganan pascabencana di wilayah Sumatra dijadwalkan berlangsung dari tahun 2026 hingga 2028.

Seperti dilaporkan CNN Indonesia, Tito menyampaikan dalam keterangan tertulis pada hari yang sama bahwa poin paling penting adalah pemulihan percepatan rehab-rekon bencana Sumatra terus berjalan dan ini berjalan sampai tahun 2028. Ia menambahkan, Kementerian Pekerjaan Umum memikul tanggung jawab besar karena menangani berbagai infrastruktur terdampak seperti ruas jalan, sungai, jembatan, dan fasilitas pendidikan.

Penanganan Infrastruktur dan Tantangan Lapangan

Menurut Tito, banyak sungai mengalami sedimentasi sehingga memerlukan penanganan cepat agar tidak memicu banjir kembali saat hujan lebat. Ia mengungkapkan bahwa penanganan pascabencana di Sumatra memerlukan waktu tidak sebentar karena dampak bencana yang luas, ditambah adanya tantangan bencana susulan seperti banjir yang merusak infrastruktur yang sudah diperbaiki.

Apri Artoto memaparkan progres rehab-rekon infrastruktur selama 2026 yang meliputi irigasi, sungai, jembatan nasional, ruas jalan nasional, hingga fasilitas kesehatan dan peribadatan. Ia menegaskan proses pemulihan akan terus didorong agar berjalan cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Pemulihan Ekonomi dan UMKM Terdampak

Sementara itu, Maman Abdurrahman menjelaskan bahwa kementeriannya bertugas mendorong pemulihan ekonomi di tiga provinsi terdampak melalui empat program utama. Program tersebut mencakup realisasi Bantuan Presiden untuk 200.000 usaha mikro, pengadaan alat produksi, pemberdayaan UMKM, dan layanan Klinik UMKM Bangkit.

Hingga saat ini, seluruh program pemulihan ekonomi tersebut telah berjalan secara bertahap di daerah-daerah yang terdampak bencana.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *