Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan menghadapi cuaca ekstrem berupa banjir dan puting beliung di tengah masih berlangsungnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan data BNPB, terdapat seluas 75 hektare lahan yang masih mengalami karhutla di wilayah tersebut.
Penanganan Serius untuk Kalsel
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan menyatakan bahwa wilayah Kalimantan Selatan memerlukan penanganan yang serius karena menghadapi bencana ganda secara bersamaan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu (28/10), seperti dilaporkan detik.com.
“Jadi kami sampaikan, di Kalsel, selain banjir, juga terdapat karhutla. Selain karhutla, ada banjir, sehingga ini perlu kita tangani secara serius tentunya,” ujar Berton.
Salah satu kawasan yang terdampak cuaca ekstrem dan banjir di provinsi tersebut adalah Kabupaten Banjar dengan jumlah warga terdampak mencapai 175 orang. Selain banjir, angin puting beliung yang disertai hujan lebat juga melanda beberapa desa di Kabupaten Banjar, meliputi Desa Sungai Alat di Kecamatan Astambul, serta Desa Sungai Rangas Hambuku, Desa Sungai Rangas Ulu, Desa Sungai Batang Ilir, dan Desa Penggalaman di Kecamatan Martapura Barat.
Peristiwa puting beliung tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan serta pohon tumbang, dengan catatan kurang lebih 35 kepala keluarga terdampak. Menanggapi situasi itu, BPBD Kabupaten Banjar melaksanakan asesmen, berkoordinasi dengan pemerintah setempat, serta menyiapkan penyaluran bantuan logistik.
Dampak Bencana di Wilayah Sumatra
Bukan hanya di Kalimantan, bencana banjir juga tercatat melanda beberapa daerah di Pulau Sumatra. Sejumlah wilayah yang terdampak meliputi Kota Subulussalam di Aceh dengan 2.345 warga terdampak, Kabupaten Labuhanbatu di Sumatra Utara dengan 2.600 warga terdampak, Kabupaten Asahan di Sumatra Utara dengan 2.025 warga terdampak, serta Kabupaten Deli Serdang di Sumatra Utara yang berdampak pada 730 warga.
Banjir di Kabupaten Asahan terjadi di Desa Sei Silau Tua dan Desa Bangun Sari, Kecamatan Setia Janji, akibat naiknya debit air Sungai Silau Tua yang meluap ke permukiman warga setelah hujan deras turun di hulu sungai selama satu malam penuh. Peristiwa ini berdampak pada kurang lebih 405 kepala keluarga dan 405 unit rumah.
Sementara itu, banjir di Kabupaten Deli Serdang dipicu oleh meluapnya debit air Sungai Sei Putih dan Sungai Belawan serta adanya tanggul yang jebol. BPBD Kabupaten Deli Serdang langsung melakukan asesmen, meninjau titik lokasi banjir, serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan setempat untuk mendirikan dapur umum.
Atas berbagai kejadian tersebut, pihak BNPB memberikan imbauan kepada pemerintah daerah agar mengantisipasi serta mewaspadai potensi bahaya dari ancaman hidrometeorologi basah.








