Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera memastikan berbagai upaya penanganan terus berjalan sesuai target. Langkah tersebut mencakup pemulihan pada sektor infrastruktur serta fasilitas usaha mikro, kecil, dan menengah.
Jadwal Pelaksanaan hingga 2028
Pernyataan tersebut disampaikan Tito dalam Rapat dan Press Release Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi terkait Fasilitas Infrastruktur serta Fasilitas UMKM Pascabencana Alam di Sumatera, yang berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Rabu (28/10). Merujuk pada dokumen rencana induk, rangkaian penanganan wilayah terdampak bencana di Sumatera dijadwalkan berlangsung dari tahun 2026 sampai 2028.
Tito menekankan bahwa fokus utama pemulihan ini terus berjalan demi mencapai target waktu yang telah ditetapkan. Berdasarkan laporan detikcom, Kementerian Pekerjaan Umum memegang tanggung jawab besar dalam memperbaiki berbagai infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat bencana.
Penanganan Infrastruktur dan UMKM
Infrastruktur yang menjadi sasaran perbaikan meliputi ruas jalan, jembatan, daerah aliran sungai, hingga fasilitas pendidikan. Tito menjelaskan bahwa sejumlah sungai mengalami sedimentasi parah sehingga memerlukan penanganan segera agar tidak memicu banjir susulan ketika curah hujan tinggi.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Kementerian PU Apri Artoto memaparkan capaian pemulihan sepanjang 2026 yang mencakup perbaikan irigasi, jembatan nasional, jalan nasional, serta fasilitas kesehatan dan peribadatan. Tito menambahkan bahwa proses pemulihan didorong agar terlaksana secara cepat, tepat sasaran, serta berkelanjutan.
Sementara itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman memaparkan mandat kementeriannya dalam memulihkan perekonomian di tiga provinsi terdampak. Upaya tersebut mencakup penyaluran Bantuan Presiden bagi 200.000 usaha mikro, penyediaan alat produksi, pemberdayaan pelaku usaha, serta penyediaan layanan Klinik UMKM Bangkit.
Sumber: Berita - Detikcom








