Ketua Umum Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri AH Bimo Suryono mendesak jajaran kepolisian untuk mengusut dugaan aksi anarkis dalam unjuk rasa berujung ricuh di kawasan Dago-Sulanjana, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Selasa (20/10) malam. Insiden tersebut melibatkan penyerangan terhadap satu unit truk pengendali massa (Dalmas) milik kepolisian serta menyebabkan tiga personel mengalami luka-luka.
Dorongan Penegakan Hukum dan Evaluasi Pengamanan
Bimo meminta aparat penegak hukum agar menyelidiki peristiwa penyerangan itu secara mendalam melalui pengumpulan alat bukti serta menindak tegas pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab. Seperti dilaporkan CNN Indonesia, ia menegaskan bahwa kebebasan berpendapat di muka umum merupakan hak konstitusional warga, tetapi tindakan kekerasan, perusakan fasilitas umum, maupun penyerangan terhadap aparat tidak bisa dibenarkan.
Menurut Bimo, pengamanan aksi massa perlu diperkuat lewat peningkatan deteksi dini, evaluasi berkala terhadap pola pengamanan, serta koordinasi intensif antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan pihak penyelenggara demonstrasi. Langkah antisipasi tersebut dinilai penting guna meredam potensi kericuhan tanpa harus membatasi ruang bagi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi mereka.
Prinsip Profesionalitas Aparat dan Pesan untuk Publik
Dalam arahannya, Bimo mengingatkan kepolisian agar bisa membedakan antara massa yang menyampaikan pendapat secara damai dan pihak yang diduga melanggar hukum. Penindakan terhadap pelaku kekerasan harus berjalan sesuai ketentuan hukum dengan tetap memegang teguh prinsip profesionalitas dan proporsionalitas.
“Tegas bukan berarti keras. Terukur berarti setiap tindakan aparat harus berdasarkan hukum, proporsional, dan dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai anarkisme dianggap sebagai sesuatu yang lumrah dalam kehidupan demokrasi,” ujar Bimo pada Rabu (21/10).
Pada kesempatan yang sama, Bimo menyampaikan rasa prihatin atas kondisi tiga anggota kepolisian yang terluka dan mendoakan agar mereka segera memperoleh perawatan yang layak. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama merawat iklim demokrasi yang bertanggung jawab.








