Hari itu merupakan perjalanan kereta biasa bagi Richard Jackson, seorang pejabat tinggi pemerintah UK, menuju tempat kerja. Tanpa disadarinya, ia melakukan kesalahan terbesar dalam hidupnya yang membuat kehidupannya porak-poranda setelah meninggalkan dokumen sangat rahasia di dalam kereta.
Awal Mula Kesalahan Fatal
Sebelum kejadian tersebut, Jackson yang berusia 37 tahun hidup bahagia bersama istrinya, Maddie, dan putri tirinya Charlotte, sementara putri tirinya yang lain, Becky, sedang berkuliah. Jackson mengaku sangat berfokus pada karier hingga pernah bekerja sampai 100 jam dalam seminggu dan tidak bisa melepaskan diri dari pekerjaannya, seperti disampaikannya kepada Dr. Sian Williams dalam siniar Life Changing di BBC Radio 4.
Kala itu, Jackson diperbantukan dari Kementerian Pertahanan UK ke Kantor Kabinet untuk menangani urusan terorisme global dengan mengelola informasi intelijen langsung dari GCHQ, MI5, dan MI6. Pada Senin malam saat meninggalkan kantornya di Whitehall, London, ia membawa setumpuk formulir penugasan dan menyadari terselip dua dokumen berstatus sangat rahasia.
Alih-alih menghubungi Kantor Kabinet agar dokumen diambil dengan prosedur aman, ia memilih membawa dokumen-dokumen itu di dalam map karton oranye terang dengan pemikiran untuk melindungi diri sendiri dan menyembunyikannya agar tidak ada orang lain yang tahu. Keesokan paginya di dalam kereta, ia lupa membawa map tersebut setelah turun dan berjalan cepat menuju kantornya.
Dampak dan Penyelidikan
Jackson mendatangi setiap stasiun yang disinggahi kereta tersebut untuk mencari map yang tertinggal namun hasilnya nihil, membuat dirinya panik luar biasa dan merasa mual. Ia baru bisa meluapkan emosinya saat bertemu istrinya, Maddie, yang langsung memeluknya dan meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Keesokan harinya di kantor, Jackson mengetahui dokumen-dokumen itu telah ditemukan dan diserahkan kepada BBC, yang kemudian menjadikannya berita utama pada siaran berita pukul enam sore sementara pihak kementerian menangguhkannya sambil menunggu penyelidikan. Di tengah masa isolasi di rumah, Maddie mendapati suaminya duduk bersila di sofa sambil terisak-isak setelah menghabiskan pagi harinya mencari cara mengakhiri hidup tanpa rasa sakit.
Kantor Kabinet menyimpulkan tindakan Jackson merupakan pelanggaran disiplin berat yang berujung pada penurunan tiga tingkat jabatan serta dakwaan berdasarkan Undang-Undang Rahasia Resmi dengan denda £2.500 atau setara Rp60 juta tanpa hukuman penjara.
Membangun Kembali Kehidupan
Meski kasus administratif telah selesai, Jackson terus dihantui rasa malu dan penyesalan, namun ia perlahan-lahan mampu bangkit berkat banyaknya orang yang peduli dan membantunya. Jackson sempat kembali bekerja di Kementerian Pertahanan UK untuk urusan sumber daya manusia, pindah ke Departemen Kebudayaan, Media, dan Olahraga untuk persiapan Olimpiade, bekerja di organisasi dukungan emosional Samaritans, dan memimpin tim analis risiko terorisme global.
Setelah keluar dari pegawai negeri sipil, Jackson mendirikan perusahaan pelatihan pengembangan diri bernama NewDay untuk membantu orang menghadapi tekanan emosional dan kini ia kembali hidup bahagia bersama keluarganya. Melalui pengalamannya, ia membagikan sejumlah langkah untuk melewati masa traumatis, mulai dari mengungkapkan isi pikiran, mempertahankan kegiatan yang disukai, mencatat pencapaian diri, mencari dukungan orang lain, hingga memahami batasan tanggung jawab.
Jackson menegaskan bahwa seseorang tidak boleh membiarkan satu momen terburuk menentukan seluruh kisah hidup mereka karena mereka tetaplah orang yang sama dan masih memiliki kesempatan untuk tumbuh.
Sumber: BBC News Indonesia








