Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, telah berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Waktu Kejadian dan Penanganan Karhutla
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menjelaskan bahwa peristiwa tersebut sebenarnya terjadi pada Sabtu (24/10) lalu dan api berhasil dipadamkan 16 jam setelah kemunculannya, seperti dilaporkan CNN Indonesia. Peristiwa karhutla ini turut menyebabkan ratusan peti jenazah di Liang Pongtimban hangus terbakar.
Berton merinci bahwa luas lahan yang terdampak amukan si jago merah mencapai 7 hektare. Wilayah yang mengalami kebakaran meliputi Lembang Rangri dan Lembang Ratte, di mana area kuburan batu yang berada di sekitar lokasi turut tersambar api.
Proses pemadaman di lapangan dilakukan secara bersama-sama oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran, serta warga setempat. Berton memastikan bahwa kondisi mutakhir di lokasi kuburan batu tersebut sudah bersih dari api.
Kondisi Liang Pongtimban
Liang Pongtimban sendiri merupakan area pemakaman tradisional masyarakat setempat yang berupa lubang-lubang pada tebing batu. Setiap liang umumnya dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan peti jenazah bagi anggota dari satu rumpun keluarga.
“Kondisi kuburan yang ikut terbakar saat ini juga sudah kondisi tidak ada api lagi,” ujar Berton dalam siaran langsung BNPB, Rabu (28/10).








