Sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera Utara dilaporkan terendam banjir. Berdasarkan keterangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana ini melanda kawasan seperti Kota Subulussalam di Aceh hingga Kabupaten Dairi di Sumatera Utara.
Banjir Belum Surut Selama Tiga Hari
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, menyatakan bahwa banjir yang melanda Kota Subulussalam telah berdampak pada 1.368 jiwa. Ketinggian air masih menggenangi kawasan permukiman warga hingga Selasa (27/10) setelah tidak surut selama kurang lebih tiga hari seperti dikutip dari detikcom.
Selain Subulussalam, banjir juga melanda wilayah Aceh Tenggara dan Nagan Raya. Pihak BNPB menyatakan belum menerima rincian data mengenai jumlah penduduk yang terdampak di kedua kabupaten tersebut karena genangan air yang belum juga surut.
Imbauan Kesiapsiagaan Menghadapi Puncak Musim Hujan
Menghadapi musim hujan yang akan dimulai pada November mendatang, BNPB telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi. Berton mengingatkan agar sejumlah daerah yang dinilai rawan bencana banjir di Pulau Sumatra dan Kalimantan harus meningkatkan kesiapsiagaan lebih dini.
Puncak musim hujan di dua pulau tersebut diperkirakan terjadi pada Desember dan Januari. BNPB meminta pemerintah daerah untuk memastikan kesiapan jalur evakuasi, ketersediaan sumber daya, serta melakukan uji sistem peringatan dini hingga tingkat desa.
Kesiapan logistik juga menjadi perhatian utama dengan menghitung ulang ketersediaan stok di gudang daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk membandingkan cadangan yang ada dengan kebutuhan riil para pengungsi jika sewaktu-waktu bencana terjadi.








