Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyoroti fakta bahwa partainya belum pernah memiliki ketua umum yang menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Padahal, partai berlambang pohon beringin tersebut sangat identik dengan penguasa Orde Baru, Soeharto, yang berkuasa selama 32 tahun.
Sejarah Kepemimpinan Golkar
Bahlil menyampaikan catatan sejarah tersebut kepada para wartawan usai menghadiri acara Doa dan Tasyakuran HUT ke-62 Golkar pada Selasa (20/10) malam. Ia menyebutkan bahwa sejak lahir pada tahun 1964 dan mengikuti pemilu mulai 1971, belum ada satu pun ketua umum Golkar yang menjadi presiden, seperti dilaporkan CNN Indonesia.
Ia menambahkan bahwa satu-satunya ketua umum Golkar yang menduduki jabatan tertinggi di struktur negara sebagai wakil presiden adalah Sudharmono. Sudharmono memimpin Golkar sebagai ketua umum pada periode 1983-1988 sebelum terpilih mendampingi Soeharto sebagai wakil presiden kelima untuk periode 1988-1993.
Sebelum menjadi wakil presiden, Sudharmono yang merupakan pensiunan jenderal bintang tiga pernah menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara dan Menteri Dalam Negeri. Tokoh dekat Soeharto itu juga dikenal sebagai salah satu figur penting di balik Surat Perintah Sebelas Maret yang membuka jalan kekuasaan Soeharto.
Peran dan Tujuan Partai
Di sisi lain, Soeharto sendiri tidak pernah menduduki posisi ketua umum di Golkar selama masa kekuasaannya. Posisi Soeharto di dalam partai tersebut hanya terbatas pada kursi Dewan Pembina, termasuk sebagai Ketua Dewan Pembina hingga berakhirnya era Orde Baru.
Bahlil menegaskan bahwa pendirian Partai Golkar bukan semata-mata bertujuan untuk menjadikan ketua umumnya sebagai presiden atau wakil presiden. Menurutnya, partai tersebut dibentuk sebagai instrumen politik negara demi mewujudkan cita-cita bangsa seperti keadilan sosial, kesejahteraan, dan pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Selain itu, Bahlil menyatakan bahwa Golkar memiliki tujuan konkret untuk terus meningkatkan perolehan kursi di parlemen sesuai doktrin partai. Ia mengingatkan kembali bahwa dalam sejarahnya, Golkar didirikan sebagai golongan penyeimbang di kancah perpolitikan nasional dengan doktrin utama mewujudkan politik kesejahteraan.








