Nasional

Alasan Tito Karnavian Sebut Karhutla Gambut Sulit Dipadamkan

Alasan Tito Karnavian Sebut Karhutla Gambut Sulit Dipadamkan
Daftar Isi
  1. Kendala Karakteristik Tanah Gambut
  2. Metode Penanganan Melalui Air dan Rekayasa Kimia
  3. Hasil Penanganan dan Data Terkini Karhutla

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membeberkan berbagai kendala dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang melanda Pulau Kalimantan dan Sumatra. Karakteristik lahan gambut di wilayah tersebut menjadi tantangan utama karena membuat api sulit dipadamkan.

Kendala Karakteristik Tanah Gambut

Menurut Tito, wilayah Sumatra bagian Timur dan Kalimantan dikaruniai tanah gambut, namun jenis tanah tersebut membawa dampak buruk ketika mengalami kebakaran. Kebakaran pada tanah gambut membuat bara api mampu bertahan jauh lebih lama di dalam tanah dibandingkan dengan tanah mineral.

Pernyataan tersebut disampaikan Tito kepada CNN Indonesia usai menghadiri rapat gabungan pembahasan karhutla di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jakarta, pada Senin (19/10). Guna mengatasi masalah itu, langkah paling ampuh adalah membasahi tanah dengan pasokan air dalam volume besar.

Metode Penanganan Melalui Air dan Rekayasa Kimia

Pemerintah menjalankan dua cara utama untuk memasukkan air ke dalam tanah, yakni melalui udara dan sumber air daratan. Melalui udara, pasokan air mengandalkan hujan alami maupun teknik modifikasi cuaca atau cloud seeding. Kendati demikian, Tito menyebutkan bahwa teknologi modifikasi cuaca sulit dijalankan apabila tidak tersedia benih awan.

Sementara itu, penyaluran air secara manual dari sumber seperti sungai, waduk, atau danau menghadapi kendala jarak yang jauh serta kondisi sumber air yang mengering. Pemerintah akhirnya mengandalkan rekayasa bahan kimia sebagai solusi alternatif untuk menyiasati keterbatasan air tersebut.

Tito menyampaikan bahwa penerapan bahan kimia sudah berjalan di sejumlah titik api wilayah Kalimantan dan Sumatra. Di Sumatra Selatan, penggunaan bahan khusus terbukti mampu mendinginkan serta meredam lahan gambut meskipun dengan kuantitas air yang lebih sedikit.

Hasil Penanganan dan Data Terkini Karhutla

Di samping berbagai kendala yang ada, Tito mengapresiasi keberhasilan pelaksanaan modifikasi cuaca di Kalimantan yang sukses memicu turunnya hujan, khususnya di wilayah Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dan sekitarnya.

Berdasarkan data resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana, karhutla masih berlangsung sedikitnya di enam provinsi meliputi Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Luas lahan yang terbakar dalam 24 jam terakhir mencapai 1.308,03 hektare dengan luas wilayah yang masih dalam proses pemadaman seluas 650,19 hektare, sementara pengerahan personel gabungan untuk penanganan karhutla ini mencapai 53.848 orang.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *