Nasional

Lahan Bekas Karhutla di Dharmasraya Ditanami Sawit

Lahan Bekas Karhutla di Dharmasraya Ditanami Sawit

Polisi menemukan lahan bekas kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Timpeh, Dharmasraya, Sumatera Barat, mulai ditanami bibit sawit. Lahan tersebut diketahui telah terbakar sejak pertengahan Agustus tahun ini.

Pemasangan Plang dan Temuan Bibit Sawit

Seperti dilaporkan detikSumut, pihak kepolisian bersama Pemerintah Kabupaten Dharmasraya memasang plang larangan menanam dan berkebun di lahan bekas karhutla tersebut pada Jumat petang. Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani bersama Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro serta unsur Forkopimda turut mendatangi lokasi kejadian.

Di lokasi, Annisa mendapati bibit sawit yang baru ditanam dan meminta agar tanaman tersebut segera dicabut serta diganti dengan tanaman hutan. Dia menegaskan bahwa perbuatan tersebut merupakan pelanggaran hukum karena berada di kawasan hutan dan melibatkan pembakaran.

Annisa menyatakan bahwa pihaknya telah memasang plang serta garis polisi di area tersebut. Identitas para saksi dan pihak yang menanam sawit juga telah dicatat untuk diselidiki lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Proses Hukum dan Penanganan Karhutla

Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro menyatakan bahwa kegiatan penanaman sawit di lahan bekas karhutla itu menunjukkan adanya unsur kesengajaan. Pihaknya memastikan akan memproses temuan tersebut sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Kartyana menambahkan bahwa berdasarkan keterangan pihak Kehutanan, lokasi tersebut merupakan kawasan hutan produksi terbatas sehingga aktivitas itu melanggar aturan lingkungan hidup. Dalam tiga pekan terakhir, pihaknya mencatat sudah tidak ada lagi titik panas yang mengindikasikan karhutla di wilayah Dharmasraya.

Pemerintah kabupaten bersama kepolisian sebelumnya telah menggelar rapat koordinasi pada 9 September 2026 dan membentuk Satgas Nagari untuk melakukan patroli serta sosialisasi pencegahan pembukaan lahan dengan cara membakar. Berdasarkan aplikasi Sipongi, wilayah Dharmasraya sudah nihil titik panas sejak sekitar tanggal 23 September.

Pihak pemerintah kabupaten berencana mengembalikan fungsi hutan dengan melakukan penanaman kembali tanaman hutan di lokasi tersebut.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *