Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kembali menambah barisan kadernya dari kalangan politisi daerah. Mantan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem, Petrus Kasihiw, resmi diperkenalkan sebagai kader baru PSI pada Senin (19/10).
Alasan Berlabuh dan Sosok Jokowi
Pengumuman bergabungnya Petrus disampaikan langsung oleh Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali di kantor DPP PSI, Jakarta, yang ditandai dengan prosesi penyematan jaket partai. Dalam sambutannya, Ali menyampaikan rasa bangganya atas bergabungnya mantan rekan satu partainya tersebut.
“Pertama-tama tentunya rasa bangga saya sebagai Ketua Harian PSI atas bergabungnya Pak Petrus. Saya sangat mengenal beliau karena lama bersama-sama sebagai pimpinan beliau di partai tetangga dulu,” kata Ali.
Ali menjelaskan bahwa kepindahan Petrus murni atas keinginannya sendiri tanpa ada paksaan. Komunikasi awal dibangun oleh Petrus yang merasa memiliki kedekatan emosional karena pernah berjuang bersama di partai sebelumnya.
Sementara itu, Petrus mengonfirmasi telah mengundurkan diri dari keanggotaan NasDem sebelum memutuskan berlabuh ke PSI. Ia mengungkapkan kekagumannya pada Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, menjadi alasan utama di balik keputusan tersebut.
“Setelah mempertimbangkan banyak hal, terutama melihat figur Bapak Jokowi sebagai panutan, karena waktu itu beliau adalah presiden dan kami adalah bawahan beliau selaku bupati, dan banyak hal positif yang telah diraih beliau,” katanya.
Pernah Jabat Bupati dan Maju Pilgub
Petrus merupakan sosok politisi yang memiliki rekam jejak kepemimpinan di daerah, salah satunya dengan menjabat sebagai Bupati Teluk Bintuni selama dua periode. Pada kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Papua Barat Daya 2024 lalu, ia juga bertarung sebagai calon gubernur dan berhasil mengamankan perolehan suara terbanyak kedua.
Setelah resmi mengenakan seragam PSI, Petrus langsung mengemban amanah baru untuk memimpin kepengurusan wilayah. “Karena itu saya akhirnya memilih untuk masuk PSI dan terima kasih banyak karena dipercayakan sebagai Ketua DPW PSI di Papua Barat Daya,” kata Petrus.






