Tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap dua orang yang tertimbun material longsor beruntun di kawasan Eco Park Pelaga Glamping Retreat, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali. Peristiwa tanah bergerak tersebut terjadi pada Minggu (1/11) malam akibat hujan deras.
Kronologi dan Dampak Longsor
Bencana longsor bermula pada Minggu malam sekitar pukul 23.00 Wita setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi sejak pukul 15.00 Wita. Tak lama berselang, longsor susulan kembali terjadi pada pukul 23.20 Wita dan merobohkan sejumlah bangunan glamping, serta membuat material longsor menghanyutkan bangunan ke aliran sungai.
Kasi Humas Polres Badung, Ipda Ni Nyoman Yuni Eltari, menjelaskan bahwa dua korban yang masih dalam pencarian merupakan laki-laki penghuni kamar nomor enam. Salah satu korban telah teridentifikasi sebagai warga negara Indonesia bernama Bangkit Mubarok (30), sementara satu korban lainnya merupakan warga negara asing yang identitasnya belum dipastikan.
Operasi Pencarian SAR Gabungan
Menurut keterangan tertulis seperti dilansir CNN Indonesia, operasi gabungan melibatkan 123 personel dari berbagai instansi yang dibantu oleh masyarakat. Kepala Kantor SAR Denpasar, I Nyoman Sidakarya, menyatakan pihaknya menerima laporan kejadian tersebut pada Senin pagi pukul 06.10 Wita setelah pemilik glamping mencurigai adanya dua pengunjung di dalam bangunan saat tebing runtuh.
Upaya pencarian awal sempat dilakukan pihak pengelola bersama BPBD Kabupaten Badung, Camat Petang, dan Polsek Petang, namun terpaksa dihentikan sementara akibat hujan lebat dan medan yang curam. Pihak pengelola kemudian melaporkan kejadian itu ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar yang langsung memberangkatkan satu tim rescue beranggotakan sembilan personel.
Petugas di lapangan menghadapi tantangan berat berupa lokasi perbukitan yang berdekatan dengan aliran sungai serta material longsor yang masih menutupi sebagian akses jalan. Tim SAR gabungan terus memantau kondisi cuaca dan mengutamakan faktor keselamatan personel dalam melanjutkan operasi pencarian tersebut.








