Nasional

Imbauan BNPB: Waspada Bencana Hidrometeorologi Basah

Imbauan BNPB: Waspada Bencana Hidrometeorologi Basah
Daftar Isi
  1. Imbauan untuk Pemerintah Daerah
  2. Arahan bagi Relawan Bencana
  3. Imbauan bagi Masyarakat

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan sejumlah imbauan kepada pemerintah daerah dan masyarakat menyusul terjadinya bencana di beberapa wilayah Indonesia belakangan ini. Arahan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers daring pada Kamis (29/10/2026).

Imbauan untuk Pemerintah Daerah

Berton meminta pemerintah daerah agar memberikan perhatian penuh terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah, khususnya saat hujan deras dan berlangsung lama. Pemda diimbau untuk mengaktifkan posko siaga serta mengecek kesiapsiagaan peralatan dan logistik yang tersedia di wilayah masing-masing.

Selain itu, pemda diminta membersihkan sungai, drainase, dan gorong-gorong sebelum puncak hujan tiba, serta memetakan dan memantau wilayah rawan banjir, longsor, serta masyarakat di pesisir. Pemerintah daerah juga harus menyiapkan jalur evakuasi, menyebarkan peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta menyediakan layanan kesehatan, dapur umum, dan tempat pengungsian.

Arahan bagi Relawan Bencana

Berton mengingatkan para relawan agar tetap waspada terhadap kesehatan pribadi karena sejumlah relawan sempat mengalami gangguan kesehatan. Keterlibatan relawan harus berdasarkan rencana operasi pos komando dan tidak lepas dari arahan komandan di posko.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diminta melakukan supervisi terkait keselamatan dan keamanan relawan di lapangan. Perlu ada petugas keselamatan di lokasi operasi untuk memantau kondisi fisik relawan dan memastikan mereka beristirahat atau mendapat layanan kesehatan jika kelelahan.

Sebelum dan sesudah operasi, pembekalan dan evaluasi perlu dilakukan agar potensi masalah dapat didiskusikan dan dihindari di kemudian hari. Pengerahan relawan juga wajib disesuaikan dengan durasi dan kapasitas yang ditentukan, serta dibekali pengetahuan penanganan karhutla dan menggunakan alat pelindung diri standar seperti helm, kacamata pelindung, masker N95, pakaian tahan panas, sarung tangan, serta sepatu lapangan.

Imbauan bagi Masyarakat

Masyarakat diimbau untuk membersihkan saluran air di sekitar rumah dan tidak membuang sampah sembarangan ke badan sungai. Warga juga diminta mengenali jalur evakuasi serta menyiapkan tas siaga dan dokumen penting.

BNPB mengingatkan warga agar mewaspadai tanah longsor dengan menghindari retakan di perbukitan serta menjauhi area yang menunjukkan tanda-tanda longsor seperti air keruh dan pohon miring. Saat hujan lebat, masyarakat diminta menjauhi sungai, lereng, dan pantai, tidak melaut saat gelombang tinggi, serta mengikuti informasi resmi dari BNPB, BMKG, BPBD setempat, dan instansi terkait.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *