Ekonomi

KKP Beri 100 Ribu Benih Lele untuk Pembudidaya di Bantul

KKP Beri 100 Ribu Benih Lele untuk Pembudidaya di Bantul
Daftar Isi
  1. Penyerahan Bantuan di Bantul
  2. Penerapan Prosedur Pemeliharaan Ikan
  3. Dampak bagi Ekonomi Lokal

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyalurkan sebanyak 100 ribu benih unggul ikan lele kepada lima kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penyaluran bantuan ini dilakukan dalam rangka memperingati HUT ke-27 KKP melalui rangkaian acara Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan Tahun 2026 guna mendukung pengembangan usaha budi daya serta membuka peluang pendapatan bagi masyarakat.

Penyerahan Bantuan di Bantul

Berdasarkan laporan detikcom, penyerahan bantuan tersebut berlangsung bertepatan dengan kunjungan kerja Ketua Komisi IV DPR RI di Kampung Nelayan Merah Putih Poncosari, Bantul, pada 22 Oktober lalu. Masing-masing Pokdakan memperoleh 20 ribu benih lele yang disediakan oleh Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan lewat keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (27/10/2026), bahwa kegiatan budidaya perikanan merupakan salah satu pilar penunjang perekonomian warga setempat.

“Budidaya perikanan salah satu penunjang ekonomi masyarakat di Bantul. Untuk itu, kami berharap benih dipelihara sebaik mungkin sesuai dengan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), agar tumbuh hingga ukuran konsumsi dan memberikan manfaat bagi keberlanjutan usaha kelompok,” ujar Sakti Wahyu Trenggono.

Penerapan Prosedur Pemeliharaan Ikan

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya Tb Haeru Rahayu menyatakan bahwa ketersediaan benih berkualitas harus diimbangi dengan kesiapan pembudidaya dalam merawat ikan. Jenis benih yang dibagikan adalah lele Sangkuriang generasi kedua yang disertai Surat Keterangan Asal demi memastikan kejelasan asal-usulnya. Haeru menekankan pentingnya memerhatikan kondisi air serta prosedur pemeliharaan agar benih bermutu tinggi dapat menghasilkan panen yang optimal.

“Seunggul apa pun benih, apabila kita memeliharanya dengan sembarangan, itu juga akan menghasilkan hasil yang kurang bagus. Sehingga pemeliharaan harus dilengkapi dengan CBIB,” kata Haeru.

Guna memastikan keberhasilan program, BBPBAT Sukabumi bekerja sama dengan para penyuluh perikanan untuk memberikan pendampingan kepada kelompok hingga ikan siap dikonsumsi. Pihak balai juga berupaya mendorong kemajuan unit pembenihan rakyat lewat penyediaan calon induk unggul demi memperluas ketersediaan benih di masa mendatang.

Dampak bagi Ekonomi Lokal

Ketua Pokdakan Mina Madjoe, Yosi Prasetiyo, mengungkapkan rasa syukur dan menilai bantuan tersebut membawa arti besar bagi penggerak ekonomi di lingkungannya. Kelompoknya berencana membesarkan lele hingga ukuran siap konsumsi serta melibatkan ibu-ibu PKK untuk mengolah dan memasarkan hasil panen menjadi produk bernilai tambah seperti mangut lele, abon lele, dan pecel lele.

“Ini sangat berarti bagi kelompok kami khususnya, sehingga menjadi sebuah semangat dan motivasi kembali bagi masyarakat untuk budi daya ikan,” tutup Yosi.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *