Pendidikan

Kemenag-PBNU Kolaborasi Perkuat Pesantren & Dakwah Digital

Kemenag-PBNU Kolaborasi Perkuat Pesantren & Dakwah Digital
Daftar Isi
  1. Transformasi Digital dan AI di Pesantren
  2. Program Santri 5.0 dan Keterampilan Vokasional
  3. Pelibatan Kreator Konten dalam Dakwah Digital

Kementerian Agama (Kemenag) berkolaborasi dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk menjalankan program Pesantren Adaptif dan Mandiri, Santri 5.0, serta Dakwah Digital. Dirjen Pesantren Basnang Said menjelaskan kerja sama strategis tersebut dilakukan agar kebaikan bisa menjangkau masyarakat lebih luas, seperti dilaporkan detikcom pada Sabtu (24/10/2026).

Transformasi Digital dan AI di Pesantren

Basnang mengatakan bahwa pihaknya memiliki perhatian yang sama agar santri dan pesantren bisa terus relevan di tengah perkembangan media digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Pesantren diminta mengadopsi media digital dan AI bukan sekadar menjadi tren, melainkan sebagai bagian dari transformasi pesantren untuk memperluas kebaikan.

“Agar kebaikan tidak hanya berkutat di pesantren tapi bisa menjangkau masyarakat yang lebih luas,” ujar Basnang.

Program Santri 5.0 dan Keterampilan Vokasional

Wakil Ketua Umum PBNU Irfan Asy’ari Sudirman Wahid atau Gus Ipang Wahid menyatakan bahwa PBNU bisa menjadi mitra kolaborasi yang strategis bagi Kemenag, terutama karena bidang yang diampunya mencakup media dan digital. Kerja sama ini dapat dimulai dengan mengenalkan AI kepada santri, memberikan pelatihan keterampilan, serta melibatkan kreator konten untuk membantu dakwah pesantren di media sosial.

“Selain dia bisa mandiri, tapi dia juga adaptif dengan teknologi,” ucap Ipang.

Santri juga perlu dikenalkan dengan sains, teknologi, teknik, dan matematika atau STEM, serta dibekali keterampilan praktis seperti berkebun dan beternak. Pembekalan tersebut sejalan dengan program Santri 5.0 agar santri memiliki kemampuan di berbagai bidang selain penguasaan ilmu agama.

“Santri yang menguasai aspek spiritual, dia juga kuat di intelektual, dan dia juga paham vokasional,” kata Ipang.

Pelibatan Kreator Konten dalam Dakwah Digital

Untuk program Dakwah Digital, Ipang menyebutkan bahwa sejumlah tokoh dan kreator konten ingin ikut membantu, antara lain Habib Husein Ja’far, Atta Halilintar, Putra Siregar, Willy Salim, dan Aldi Taher. Melalui keterlibatan mereka, pesan-pesan dari pesantren diharapkan mampu menjangkau lebih banyak pengguna media sosial.

“Kami ingin menurunkan bahasa dakwah menjadi sesuatu yang lebih universal,” tutur Ipang.

Ipang menambahkan bahwa kerja sama ini bersifat terbuka bagi siapa saja yang ingin ikut menyebarkan kebaikan demi membawa kesejukan di ranah media sosial bagi semua pihak.

“Ini bukan permasalahan untuk NU atau bukan NU, bukan. Ini untuk kebaikan yang universal. Jadi, bagaimana membawa kesejukan di ranah media sosial bagi semuanya,” ujarnya.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *