Dunia

Bangkai Kapal Tertua di Dunia Ditemukan di Lepas Pantai Turki

Bangkai Kapal Tertua di Dunia Ditemukan di Lepas Pantai Turki
Daftar Isi
  1. Penemuan Kapsul Waktu di Dasar Laut
  2. Analisis Residu Muatan Kuno
  3. Jaringan Perdagangan Mediterania Kuno

Para arkeolog menemukan bangkai kapal tertua di dunia di lepas pantai Turki yang diperkirakan berusia antara 4.400 hingga 4.700 tahun dari Zaman Perunggu Awal. Kapal sepanjang 10 meter yang karam dekat Pulau Kekova di Antalya ini memuat guci-guci keramik kuno dan menjadi salah satu temuan penting dalam sejarah maritim dunia.

Penemuan Kapsul Waktu di Dasar Laut

Struktur kayu kapal tersebut sudah hancur sepenuhnya, namun muatan berupa guci penyimpanan dari keramik yang disebut amphora ditemukan berserakan di lereng bawah laut pada kedalaman sekitar 30 meter. Tim ekspedisi dari Asosiasi Arkeologi Mediterania juga menemukan tiga jangkar batu berukuran besar di lokasi penemuan.

Karena tidak ada bagian kayu yang tersisa untuk pengujian karbon, para peneliti menganalisis bentuk amphora yang memiliki ciri khas dua pegangan, tonjolan di tengah, dan dasar datar. Profesor Hakan Öniz dari Universitas Akdeniz menyatakan desain tersebut identik dengan tembikar dari Mesir dan Timur Tengah yang berasal dari Zaman Perunggu Awal.

Analisis Residu Muatan Kuno

Beberapa guci keramik yang berhasil diangkat ke permukaan ditemukan dalam kondisi utuh oleh Dr Karin Sowada, seorang arkeolog dari Macquarie University, Australia. Ia mendapati adanya residu kental dan mengilap dalam jumlah besar di dalam wadah-wadah tersebut.

Tim peneliti masih menganalisis isi residu tersebut yang diduga berasal dari minyak zaitun, anggur, atau resin pohon. Sowada menambahkan bahwa wadah berukuran besar tersebut kemungkinan telah digunakan secara berulang kali selama bertahun-tahun setelah dikosongkan di tempat tujuan.

Jaringan Perdagangan Mediterania Kuno

Bangkai kapal beserta muatannya memberikan petunjuk baru mengenai jalur perdagangan maritim di dunia kuno. Kapal tersebut diyakini berlayar dari pesisir timur Laut Mediterania dengan tujuan akhir menuju kota kuno Troya di barat laut Turki atau peradaban Minoa di Pulau Kreta.

Kawasan sekitar Pulau Kekova sendiri dikenal berbahaya dengan arus laut dan angin kencang yang telah menenggelamkan ratusan kapal dari berbagai era. Menteri Kebudayaan Turki, Mehmet Nuri Ersoy, menyatakan bahwa seluruh artefak yang diangkat akan dipamerkan di Museum Arkeologi Bawah Laut Mediterania yang baru di Antalya dalam beberapa bulan mendatang.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *