Daftar Isi
Mantan Panglima TNI Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto dikabarkan meninggal dunia. Berita duka wafatnya Widodo AS tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul kepada CNN Indonesia pada Minggu (25/10).
Profil dan Rekam Jejak Karier Militer
Widodo Adi Sutjipto lahir di Boyolali, Jawa Tengah, pada 1 Agustus 1944 sebagai anak keempat dari pasangan Adi Sutjipto yang berprofesi sebagai guru dan Siti Fatonah. Ia menyelesaikan pendidikan militernya di Akademi Angkatan Laut (AAL) dan lulus pada tahun 1968, seperti dilansir situs resmi TNI AL serta Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Dalam kehidupan rumah tangganya, ia menikah dengan Sri Murniati.
Dalam sejarah kemiliteran Indonesia, Widodo mencatatkan diri sebagai Panglima TNI pertama yang berasal dari matra Angkatan Laut. Selain itu, ia juga diangkat sebagai warga kehormatan Korps Marinir ke-10 pada tanggal 27 Juli 1999.
Menjabat Panglima TNI dan Menteri
Widodo dipercaya menduduki kursi Panglima TNI oleh Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pada tahun 1999 untuk menggantikan Jenderal TNI Wiranto. Masa tugasnya sebagai orang nomor satu di tubuh TNI purna pada 18 Juni 2002 dan posisinya kemudian diteruskan oleh Jenderal TNI Endriartono Sutarto.
Selepas memimpin militer, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menugaskannya untuk memimpin Tim Nasional Penanggulangan Dampak Situasi Irak (TNPDSI). Karier politik dan kenegaraannya berlanjut ketika ia menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) pada rentang tahun 2004 hingga 2009. Tidak berhenti di situ, ia juga mengemban amanah sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) periode 2009-2014.
Memimpin Operasi Aru Jaya
Sebelum memegang tongkat komando tertinggi di institusi TNI, Widodo memiliki rekam jejak panjang di medan penugasan militer. Salah satu momen penting dalam riwayat kedinasannya terjadi tatkala ia memimpin Operasi Aru Jaya pada tanggal 11 Maret 1992.
Pada saat memimpin operasi tersebut, Widodo menyandang pangkat Kolonel Laut (P). Misi penugasan itu dilaksanakan dengan tujuan menghalau kapal Lusitania Expresso yang berencana melakukan tabur bunga di wilayah Dili, Timor-Timur.








