Dewan Pertimbangan Presiden Ignasius Jonan memberikan tanggapan terhadap kritik yang dilontarkan oleh negara tetangga mengenai bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Menurutnya, persoalan tersebut harus diselesaikan secara bersama-sama oleh Indonesia, Malaysia, dan Singapura melalui kerangka kerja yang telah ada.
Usul Kerja Sama dan Kerangka ASEAN
Ignasius Jonan menyatakan keheranannya atas kritik yang disampaikan oleh para tokoh dari negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Ia menilai penanganan karhutla seharusnya bisa dilakukan melalui ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution yang diteken di Kuala Lumpur pada 10 Juni 2002 oleh sepuluh negara dan berlaku efektif sejak 2003, seperti dilaporkan CNN Indonesia.
Perjanjian regional tersebut kemudian telah diratifikasi di Indonesia menjadi Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2014 tentang Pengesahan ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution. Oleh karena itu, ia mengajak ketiga negara untuk mewujudkan kerja sama nyata dengan melengkapi diri melalui peralatan, teknologi, dan personel yang memadai.
Faktor Geografis dan Keterkaitan Korporasi
Jonan mengingatkan bahwa kondisi geografis kawasan tersebut tidak dapat diubah, di mana Singapura terletak diapit oleh Indonesia dan Malaysia yang memiliki kawasan hutan yang sangat luas. Ia mendesak ketiga negara untuk duduk bersama melakukan penanganan dan menyelidiki kemungkinan adanya unsur kesengajaan di balik peristiwa karhutla.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa banyak perusahaan yang diduga terlibat dalam karhutla kemungkinan besar memiliki keterkaitan bisnis dengan Singapura atau Malaysia. Perusahaan-perusahaan tersebut disebutnya tercatat melantai di bursa negara tetangga atau sebagian kepemilikannya terafiliasi melalui pendirian perusahaan di Singapura maupun Malaysia, baik secara langsung maupun lewat ragam skema investasi.
Jonan menutup pesannya dengan menegaskan bahwa bencana ekologi merupakan suatu keniscayaan yang tidak bisa dihindari, sehingga yang paling esensial adalah membangun kerja sama yang erat tanpa perlu saling melempar kritik atau menghina.








