Pendidikan

Wajah Baru SMPN 91 Jakarta, Kini Punya Enam Lantai hingga Lift

Wajah Baru SMPN 91 Jakarta, Kini Punya Enam Lantai hingga Lift

Gedung SMP Negeri 91 Jakarta tampil dengan wajah baru berlantai enam yang dilengkapi berbagai fasilitas modern seperti lift hingga papan interaktif digital setelah menjalani revitalisasi. Sekolah yang berdampingan dengan SDN 05 Pekayon di kawasan permukiman ini kini memiliki kapasitas ruang belajar serta aktivitas harian siswa dan guru yang lebih memadai.

Transformasi Ruang Kelas dan Suasana Belajar

Kepala SMPN 91 Jakarta, Yuhanah, mengatakan sekolah tersebut sebelumnya hanya memiliki satu lantai dengan delapan ruang kelas sehingga kegiatan belajar harus dibagi menjadi dua shift pagi dan siang untuk melayani 16 rombongan belajar. Setelah direvitalisasi, jumlah ruang kelas bertambah menjadi 21 ruangan.

“Setelah direvitalisasi, jumlah ruang kelas menjadi 21. Sedangkan kami mempunyai rombongan belajar 16,” kata Yuhanah saat berbincang dengan Liputan6.com, Selasa (27/10/2026).

Dengan kapasitas ruang yang bertambah, pihak sekolah berencana menambah jumlah rombongan belajar secara bertahap ke depannya. Perubahan suasana juga membuat para siswa lebih betah di lingkungan sekolah meski waktu kepulangan telah tiba.

“Anak-anak senang sekali. Bahkan mereka itu untuk pulang pun melebihi waktu. Sudah waktunya pulang, mereka masih bermain di lapangan,” ujar Yuhanah kepada Liputan6.com.

Penambahan Fasilitas Modern dan Aturan Lift

Gedung baru ini turut dilengkapi dengan lift, panel surya, serta sistem proteksi kebakaran yang mendapat respons positif dari masyarakat sekitar. Dalam kegiatan belajar, sekolah juga mulai memanfaatkan papan interaktif digital untuk membantu guru menyampaikan materi secara lebih interaktif kepada para siswa.

“Anak-anak benar-benar terlayani, itu dari segi waktu. Kemudian dari segi sistem pembelajarannya, kami juga punya papan interaktif digital, walaupun masih terbatas, tapi itu juga sangat membantu,” tutur Yuhanah kepada Liputan6.com.

Terkait fasilitas lift yang baru bagi siswa, pihak sekolah menetapkan prosedur pengoperasian khusus guna menjaga keselamatan. Siswa yang ingin menggunakan lift harus didampingi oleh guru atau tenaga tata usaha, sementara guru dan karyawan memiliki akses langsung untuk mengoperasikannya.

“Karena ini baru, kami khawatir ada trouble, maka siswa didampingi guru untuk menggunakan lift,” ujar Yuhanah kepada Liputan6.com. Keberadaan lift ini sekaligus membantu mobilitas guru mata pelajaran yang harus berpindah-pindah antar kelas di gedung berlantai enam tersebut.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *