Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan wilayah Kelapa Gading, Jakarta Utara, akan bertransformasi menjadi pusat transportasi atau hub baru di ibu kota pada masa depan. Rencana tersebut didorong oleh pengembangan jaringan kereta Lintas Raya Terpadu (LRT) yang akan menghubungkan kawasan tersebut dengan berbagai titik strategis.
Pengembangan Jaringan LRT
Pramono menjelaskan bahwa wilayah Kelapa Gading ke depannya akan terhubung dengan jalur LRT menuju Jakarta International Stadium (JIS), Ancol, Pantai Indah Kapuk (PIK), hingga Bandara Soekarno-Hatta. Rencana ini disampaikan oleh Pramono di Jakarta pada Selasa (27/10) malam seperti dilaporkan CNN Indonesia.
Selain rute tersebut, sambung Pramono, pemerintah provinsi juga berencana melanjutkan pembangunan jalur LRT dari Kelapa Gading melewati Velodrome menuju stasiun kereta cepat Whoosh di kawasan Halim, Jakarta Timur. Ia menilai berbagai proyek perluasan jaringan transportasi ini akan semakin memperkuat posisi strategis kawasan Kelapa Gading.
Pramono turut menyoroti operasional LRT Jakarta yang menghubungkan Kelapa Gading dengan Manggarai di perbatasan Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat sebagai salah satu pendukung perkembangan wilayah. Ke depannya, jalur LRT tersebut juga akan diperpanjang hingga menjangkau kawasan Dukuh Atas. Seiring masifnya pembangunan infrastruktur ini, ia mengimbau kepada warga agar senantiasa menjaga lingkungan tempat tinggal mereka.
Kenaikan Pengguna Transportasi Publik
Sebelumnya pada pekan lalu, Pramono mengungkapkan bahwa jumlah pengguna transportasi publik di Jakarta mengalami peningkatan sebesar 10,8 persen hingga periode September 2026. Angka penumpang untuk layanan TransJakarta, MRT, dan LRT tercatat mencapai 368,4 juta orang.
Peningkatan tersebut, menurut dia, mencerminkan adanya pergeseran masyarakat dari penggunaan kendaraan pribadi ke moda transportasi umum. Terlebih lagi, tingkat konektivitas transportasi publik di ibu kota saat ini telah mencapai angka 93 persen.
Berdasarkan capaian tersebut, sistem transportasi publik Jakarta berada di peringkat ke-15 di tingkat dunia, peringkat kedua di wilayah ASEAN di bawah Singapura, serta menempati posisi ketujuh di Asia. Perbaikan konektivitas ini semakin didukung dengan peresmian rute LRT Kelapa Gading-Manggarai pada 16 September lalu, yang diprediksi bakal mendongkrak jumlah penumpang secara lebih tinggi apabila seluruh stasiunnya rampung.
Lonjakan jumlah penumpang juga terjadi pada layanan angkutan Transjabodetabek, khususnya bus rapid transportation (BRT) yang melayani rute daerah penyangga seperti Bogor-Blok M. Menanggapi tren positif ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mempertimbangkan pembukaan rute-rute baru demi mengoptimalkan konektivitas perjalanan warga.








