Metropolitan

Pramono Pastikan Sekolah Normal saat Demo 28 Oktober

Pramono Pastikan Sekolah Normal saat Demo 28 Oktober
Daftar Isi
  1. Kegiatan Sekolah dan Harapan Demo Tertib
  2. Tuntutan Aksi Mahasiswa di Bundaran HI
  3. Imbauan Polda Metro Jaya dan Rekayasa Lalu Lintas

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berharap aksi demonstrasi yang dijadwalkan oleh elemen masyarakat dan mahasiswa di kawasan Bundaran HI pada Rabu (28/10) siang berjalan baik dan tertib. Terkait aksi tersebut, seperti dilaporkan CNN Indonesia, ia memastikan kegiatan belajar mengajar di sekolah tidak terdampak dan berjalan normal seperti biasa.

Kegiatan Sekolah dan Harapan Demo Tertib

“Hari ini belum ada PJJ (Pelajaran Jarak Jauh), jadi tetap masuk seperti biasa. Karena saya menaruh harapan dan berharap bahwa ekspresi demokrasi yang akan ditampilkan tetap berlangsung dengan baik-baik saja,” ujar Pramono di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (28/10).

Pramono menekankan bahwa Jakarta merupakan milik bersama yang harus dirawat bersama-sama. Dirinya menghormati aksi demonstrasi sebagai bagian hak demokrasi masyarakat yang dilindungi UUD sebagai hak mengeluarkan pendapat, namun berharap kegiatan tersebut berlangsung tertib serta tidak mengganggu kenyamanan warga lainnya.

Sehari sebelumnya di Jakarta Utara, Selasa (27/10) malam, Pramono juga menyatakan harapannya agar unjuk rasa berlangsung nyaman dengan pengamanan dari kepolisian dan TNI. Ia berharap demonstrasi di Jakarta dapat berjalan dengan suasana yang menyenangkan dan nyaman.

Tuntutan Aksi Mahasiswa di Bundaran HI

Sejumlah organisasi mahasiswa termasuk BEM Universitas Indonesia, BEM Universitas Diponegoro, dan BEM Universitas Brawijaya menjadwalkan Aksi #IndonesiaSadar di Bundaran HI pada pukul 14.00 WIB. Aksi gabungan tersebut membawa lima tuntutan yang ditujukan kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.

Kelima tuntutan itu mencakup penetapan status bencana nasional, perwujudan APBN untuk kepentingan rakyat, penurunan biaya pendidikan, pemberantasan KKN, serta penghentian militerisasi ruang sipil.

Imbauan Polda Metro Jaya dan Rekayasa Lalu Lintas

Polda Metro Jaya meminta seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama menjaga fasilitas umum dan ruang publik selama aksi unjuk rasa berlangsung. Kepolisian menekankan pentingnya saling menghormati dan menjaga ketertiban agar penyampaian pendapat berjalan aman dan damai sementara aktivitas warga lainnya tetap berjalan baik.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangan tertulis, Selasa kemarin, menyatakan bahwa ruang publik dipakai bersama untuk menyampaikan aspirasi, bekerja, bersekolah, maupun beraktivitas sehari-hari sehingga hak setiap pihak harus dihormati. Ia juga menerangkan bahwa menjaga fasilitas umum adalah tanggung jawab bersama karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Ditlantas Polda Metro Jaya mengimbau warga untuk menghindari empat kawasan di Jakarta Pusat yang diperkirakan mengalami kepadatan akibat aksi demonstrasi. Keempat wilayah tersebut adalah kawasan sekitar Gedung DPR/MPR RI, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Monas, dan Tugu Tani, di mana masyarakat dianjurkan menggunakan jalur alternatif.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *